Sabtu, 06 Agustus 2016

Komplikasi Batu Ginjal

Kasus komplikasi yang muncul akibat batu ginjal jarang terjadi. Meskipun begitu kondisi ini jangan dianggap enteng. Terhalangnya laju pembuangan urin bukan hanya menimbulkan rasa sakit, namun dikhawatirkan dapat mengarah pada kondisi yang lebih serius seperti infeksi atau bahkan gagal ginjal jika tidak ditangani dengan benar. Selain potensi berdampak pada ginjal, komplikasi yang paling sering terjadi adalah kecenderungan batu ginjal untuk kambuh. Jika Anda pernah menderita batu ginjal sebelumnya, maka Anda berpeluang untuk kembali terkena kondisi yang sama. Berikut adalah faktor pemicu terbentuknya batu ginjal berulang kali:
  • Terlalu banyak mengonsumsi makanan yang mengandung protein dan terlalu sedikit mengonsumsi serat.
  • Hanya memiliki satu ginjal yang masih berfungsi.
  • Pernah mengalami beberapa infeksi yang berhubungan dengan ginjal atau sistem saluran kemih sebelumnya.
  • Memiliki riwayat keluarga berpenyakit batu ginjal.
  • Pernah menjalani operasi pada sistem pencernaan.
  • Rutin mengonsumsi suplemen yang mengandung vitamin D dan kalsium.
  • Mengonsumsi obat-obatan seperti aspirin, antibiotik tertentu, antasida, diuretik, obat anti epilepsi, dan obat-obatan untuk HIV.
Prosedur pengangkatan batu ginjal berukuran besar, terutama dengan metode ureterorenoskopi juga berpotensi menimbulkan komplikasi seperti pendarahan, cedera pada saluran ureter, terhambatnya ureter akibat serpihan batu ginjal dan infeksi darah atau sepsis.

KOMPLIKASI PENYAKIT BATU GINJAL

Komplikasi batu ginjal dibedakan menjadi 2 yaitu, komplikasi akut dan komplikasi jangka panjang.


  1. Komplikasi akut yang sangatdiperhatikan oleh penderita adalah kematian, kehilangan fungsi ginjal, kebutuhan transfusi dantambahan intervensi sekunder yang tidak direncanakan. Data kematian, kehilangan fungsi ginjaldan kebutuhan transfusi pada tindakan batu ureter memiliki risiko sangat rendah. Komplikasi akut dapat dibagi menjadi yang signifikan dan kurang signifikan. Yang termasuk komplikasi signifikanadalah avulsi ureter, trauma organ pencernaan, sepsis, trauma vaskuler, hidro atau pneumotorak,emboli paru dan urinoma. Sedang yang termasuk kurang signifikan perforasi ureter, hematom perirenal, ileus, stein strasse, infeksi luka operasi, ISK dan migrasi stent
  2. Komplikasi jangka panjang adalah striktur ureter. Striktur tidak hanya disebabkan oleh intervensi,tetapi juga dipicu oleh reaksi inflamasi dari batu, terutama yang melekat. Angka kejadian striktur kemungkinan lebih besar dari yang ditemukan karena secara klinis tidak tampak dan sebagian besar penderita tidak dilakukan evaluasi radiografi (IVP) pasca operasi.

Obstruksi adalah komplikasi dari batu ginjal yang dapat menyebabkan terjadinya hidronefrosis dan kemudian berlanjut dengan atau tanpa pionefrosis yang berakhir dengan kegagalan faal ginjal yangterkena. Komplikasi lainnya dapat terjadi saat penanganan batu dilakukan. Infeksi, termasuk didalamnya adalah pielonefritis dan sepsis yang dapat terjadi melalui pembedahan terbuka maupunnoninvasif seperti ESWL. Biasanya infeksi terjadi sesaat setelah dilakukannya PNL, atau pada beberapa saat setelah dilakukannya ESWL saat pecahan batu lewat dan obstruksi terjadi. Cidera pada organ-organ terdekat seperti lien, hepar, kolon dan paru serta perforasi pelvis renalis jugadapat terjadi saat dilakukan PNL, visualisasi yang adekuat, penanganan yang hati-hati, irigasi sertadrainase yang cukup dapat menurunkan resiko terjadinya komplikasi ini.

Pada batu ginjal nonstaghorn, komplikasi berupa kehilangan darah, demam, dan terapi nyeri yangdiperlukan selama dan sesudah prosedur lebih sedikit dan berbeda secara bermakna pada ESWL dibandingkan dengan PNL.

Rekomendasi Pengobatan Batu Ginjal Secara Alami

Untuk menghinadri resko komplikasi akibat batu ginjal, kami merfekomendasikan Obat Herbal Batu Ginjal  sebagai alternatif pengobatan penyakit batu ginjal secara alami. Informasi selengkapnnya silah kan baca juga artikel Obat Herbal Batu Ginjal

sumber link : http://acemaxs86.com/obat-herbal-penyakit-batu-ginjal/