Perjalanan Penuh Tanya
Kita tak lahir ditempat yang sama.
bahkan hidup kitapun jauh berbeda
sifat, sikap, gaya, cara kita tersendiri
benci, murka, marah, dukapun tersendiri.
Tapi kita disatukan impian yang sama
diperjalankan dengan langkah tak beda
digandengkan dengan cita - cita tak ternilai
diikat dengan harga yang takkan terbeli.
Kerap kali kita berbeda pendapat dan berselisih
bagiku aku benar, bagimu kamu lebih benar
bagiku kamu salah, bagimu aku lebih salah
begitulah kisah kita diuji, apakah karena Alloh?
Semua ini memang tak mudah, karena harus memahami
semua ini memang tak gampang, ada pengorbanan disana
terkadang aku berpikir haruskah sendiri berjalan
sering kali aku tak tahan, mungkin lebih baik seendiri.
Menempuh perjalanan ini sendiri, selesai lebih lekas tak perlu
memikirkan siapapun, selain diri sendiri
tak usah sakit hati, sebab tak pernah kau hiraukan
dan tak pernah kau mengerti
tapi itukah yang sebernarnya kau inginkan?
Hmmm, proses itulah sebenarnya harta, bukan hasil
sebab semua siap dengan hasil,
kita bisa lebih cepat sendiri, tapi tidak akan jauh
candda, tawa ceria, duka, lara yang dibagi itulah arti
Aku ditanya tentang arti kau bagiku, akupun tak tahu
yang jelas bersamamu aku bahagia, aku malu, aku jatuh hati
dengan sikapmu aku terpana, terpikat,
bahkan menggila
itulah arti dirimu bagiku.
Meski bibir ini tak berkata bukan berarti ku tak merasa
ada yang berbeda diantara kita
Dan tak mungkin ku melewatkanmu hanya karena
diriku tak mampu untuk bicara
bahwa aku inginkan kau ada
di hidupku..
Namun aku takut ada yang lain yang bertahta di hatimu..
karena saat ini sudah tak ada lagi tanya diantara kita..
Meski bibir ini tak berkata bukan berarti ku tak merasa
ada yang berbeda diantara kita
Dan tak mungkin ku melewatkanmu hanya karena
diriku tak mampu untuk bicara
bahwa aku inginkan kau ada
di hidupku..
Namun aku takut ada yang lain yang bertahta di hatimu..
karena saat ini sudah tak ada lagi tanya diantara kita..
Saat manusia sedang kebingungan, saat semua dikumpulkan
senantiasa berharap engkau dan aku dianggil Ar - Rahman
Diteduhkan kita dengan naungan-Nya.
Dan saat itu, kau dan aku, kita, akan bersyukur telah mencintai.
Uhibbukum fillah.. duhai engkau.. sungguh aku ikhlas semuanya..
Ana musytaq ilaik .. Ana uhibbu antum ..
Afwan jiddan..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar