Ada Apa Dengan Hati
Senja memang tak selalu hadir
bersama lembayung, seperti hujan yang tak selalu hadir bersama gemericik, senja
tanpa cerita, hujan laksana badai, malam yang tak lagi temaram dan subuh yang
tak lagi syahdu..
Kepergian seseorang kadang
mematikan rasa, suara gemuruh dihati yang tiba tiba berubah menjadi senyap,
gelak tawa yang tiba tiba berubah menjadi hening, pertanyaan saya adalah
mengapa selalu ada yang terengut pergi saat ruang kosong ditinggalkan seseorang..
menyisakan sepi, menggantungkan rindu yang
berserakan diatas sajadah cinta..
Ah, ternyata begini rasanya
rindu..
Sendiri tapi bahagia, jauh lebih
indah daripada bersama tapi bersama dalam keacuhan, indah yang tak nyata. Mulai
hari ini saya menghapus semua orang orang yang pernah hadir dalam hidup saya di
masa yang tak penting, unfriend dari facebook, unfollow dari twitter, memblokir
mereka yang tidak lagi patut hadir dalam hidup saya, bukan karena saya ingin
memutus silaturahmi, bukan!! tapi saya harus menjaga hati saya sendiri dari
cerita cerita yang tak pasti, dari impian saya yang kandas, dari bayangan orang
orang yang pernah hadir dalam hidup saya yang kini bahagia dengan cara yang
diinginkannya, entah bahagia betulan atau hanya terlihat bahagia, saya merasa
bahwa saya punya kewajiban untuk memberikan hak pada hati saya untuk bahagia,
untuk membangun impian baru, dan yang terpenting agar saya tidak kufur nikmat
atas nikmat nikmat yang Allah berikan pada orang lain sementara saya merasa
bahwa saya belum diberi nikmat itu…
Yang tidak bersamamu saat kamu
terluka, tidak berhak bersamamu saat kamu bahagia…
Hati saya diciptakan oleh Allah
untuk saya bahagiakan, dia punya hak untuk bahagia, dan saya berdosa jika saya
terus mendzalimi hati saya dengan membiarkan yang saya lihat membuatnya
terluka, yang saya dengar membuatnya sakit, hati saya hanya satu, hidup saya
hanya sekali kalau saya mendzaliminya terus, bagaimana saya mempertanggung jawabkannya
nanti di hadapan Allah saat hati ini berhenti berdetak, saat jiwa ini terpisah
dari raga, apa iya hidup saya akan saya habiskan bersama anda sedang masa depan
menunggu saya dengan indah, apa iya saya tega menyia nyiakan sisa hidup saya
hanya untuk berhalusinasi dengan orang seperti anda, yang saya pikir bisa
diulang padahal TIDAK, yang saya pikir bisa kembali ternyata telah lenyap…
Iya, saya harus menyembelih rasa
demi bahagia saya dimasa yang akan datang, terima kasih luka, terima kasih kamu,
seindah indahnya dirimu, masa depan jauh lebih indah. Yang perlu saya lakukan
adalah berani melangkah, berani membakar, berani menghapus, berani mengambil
keputusan, dan yang terpenting adalah berani memaafkan, lalu melupakan, lalu
hilang, selalu ada yang baru dalam hidup ini, selalu..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar