Sabtu, 16 April 2016

Ada Apa Dengan Hati



Ada Apa Dengan Hati

Senja memang tak selalu hadir bersama lembayung, seperti hujan yang tak selalu hadir bersama gemericik, senja tanpa cerita, hujan laksana badai, malam yang tak lagi temaram dan subuh yang tak lagi syahdu..
Kepergian seseorang kadang mematikan rasa, suara gemuruh dihati yang tiba tiba berubah menjadi senyap, gelak tawa yang tiba tiba berubah menjadi hening, pertanyaan saya adalah mengapa selalu ada yang terengut pergi saat ruang kosong ditinggalkan seseorang.. menyisakan sepi, menggantungkan rindu yang berserakan diatas sajadah cinta..
Ah, ternyata begini rasanya rindu..
Sendiri tapi bahagia, jauh lebih indah daripada bersama tapi bersama dalam keacuhan, indah yang tak nyata. Mulai hari ini saya menghapus semua orang orang yang pernah hadir dalam hidup saya di masa yang tak penting, unfriend dari facebook, unfollow dari twitter, memblokir mereka yang tidak lagi patut hadir dalam hidup saya, bukan karena saya ingin memutus silaturahmi, bukan!! tapi saya harus menjaga hati saya sendiri dari cerita cerita yang tak pasti, dari impian saya yang kandas, dari bayangan orang orang yang pernah hadir dalam hidup saya yang kini bahagia dengan cara yang diinginkannya, entah bahagia betulan atau hanya terlihat bahagia, saya merasa bahwa saya punya kewajiban untuk memberikan hak pada hati saya untuk bahagia, untuk membangun impian baru, dan yang terpenting agar saya tidak kufur nikmat atas nikmat nikmat yang Allah berikan pada orang lain sementara saya merasa bahwa saya belum diberi nikmat itu…
Yang tidak bersamamu saat kamu terluka, tidak berhak bersamamu saat kamu bahagia…
Hati saya diciptakan oleh Allah untuk saya bahagiakan, dia punya hak untuk bahagia, dan saya berdosa jika saya terus mendzalimi hati saya dengan membiarkan yang saya lihat membuatnya terluka, yang saya dengar membuatnya sakit, hati saya hanya satu, hidup saya hanya sekali kalau saya mendzaliminya terus, bagaimana saya mempertanggung jawabkannya nanti di hadapan Allah saat hati ini berhenti berdetak, saat jiwa ini terpisah dari raga, apa iya hidup saya akan saya habiskan bersama anda sedang masa depan menunggu saya dengan indah, apa iya saya tega menyia nyiakan sisa hidup saya hanya untuk berhalusinasi dengan orang seperti anda, yang saya pikir bisa diulang padahal TIDAK, yang saya pikir bisa kembali ternyata telah lenyap…
Iya, saya harus menyembelih rasa demi bahagia saya dimasa yang akan datang, terima kasih luka, terima kasih kamu, seindah indahnya dirimu, masa depan jauh lebih indah. Yang perlu saya lakukan adalah berani melangkah, berani membakar, berani menghapus, berani mengambil keputusan, dan yang terpenting adalah berani memaafkan, lalu melupakan, lalu hilang, selalu ada yang baru dalam hidup ini, selalu..



Tidak ada komentar:

Posting Komentar