MAKALAH
DIROSAH ISLAMIYAH
Tentang
AGAMA ISLAM

DISUSUN OLEH
KELOMPOK 5
·
ANTI
RAHMAWATI
·
TIA
ROSTIASIH NOER
STAI PUTERA GALUH CIAMIS
Jln. Raya Banjar No. 141 KM. 3 Telp. (0276) 777991
Cijantung – Ciamis
KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Puji dan syukur
penulis panjatkan kepada Alloh SWT, yang telah melimpahkan rahmat dan
karunianya kepada penulis, sehingga makalah
ini dapat selesai pada waktunya.Makalah berjudul “Agama Islam”ini di susun
dengan tujuan untuk memenuhi tugas mata kuliah Dirosah Islamiyah pada program
studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah/Sekolah Dasar (PGMI/SD) Sekolah
Tinggi Agama Islam Putra Galuh Ciamis.
Selama penulisan
makalah ini, penulis mengalami berbagai hambatan yang disebabkan keterbatasan
pengetahuan maupun pengalaman penulis dalam menyusun sebuah makalah, tetapi
berkat dukungan dari berbagai pihak, makalah ini bisa terwujud dan
terselesaikan. Oleh karena itu pada kesempatan ini penulis menyampaikan rasa
terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada semua pihak terutama
dosen mata kuliah Dirosah Islamiyah serta berbagai pihak yang telah banyak
membantu memberi bantuan dan saran terhadap penulis dalam menyusun makalah ini.
Semoga makalah
ini dapat memberikan pengetahuan yang lebih luas kepada pembaca. Walaupun
makalah ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Penyusun membutuhkan kritik dan
saran dari pembaca yang membangun. Terima kasih.
Ciamis, 11 November 2014
Penulis
DAFTAR ISI
Halaman
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI.....................................................................................................................
BAB 1 PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang Masalah........................................................................................
B. Perumusan
Masalah...............................................................................................
C. Tujuan
Pembahasan...............................................................................................
D. Manfaat
pembahasan.............................................................................................
BAB 2 PEMBAHASAN
A. Pengertian
dan Ruang Lingkup Agama Islam....................................................... 1
B. Klsifikasi
Agama dan Agama Islam...................................................................... 5
C. Hubungan Agama dengan IPTEK.........................................................................
9
BAB 3 PENUTUP
A. Ksimpulan.............................................................................................................. 12
DAFTAR PUSTAKA........................................................................................................ 13
BAB I
PENDAHULUAN
1.
Latar
Belakang Masalah
Sebagai mahluk
ciptaan yang paling sempurna, selain hawa nafsu manusia dibekali penciptanya
dengan seperangkat akal dan fikiran. Dengan akal dan fikiranya ini manusia
mendapatkan ilmu, akal dan fikiran memproses setiap pengetahuan yang diserap
oleh indra- indra yang dimiliki manusia untuk memahami yang hak dengan yang
batil, yang bermanfaat dengan yang mudarat.
Dewasa ini
pelajar dan mahasiswa mudah terprovokasi dan terpancing emosi sehingga sering
terjadinya tawuran dan bentrokan. Terlebih lagi sering terjadi pelajar dan
mahasiswa yang terlibat dalam pemakaian dan peredaran narkoba. Bahkan dalam
pergaulan begitu bebas bergaul dengan lawan jenis yang ditunjukan dengan maraknya
perilaku sex dan hamil diluar nikah,
suatu tindakan aborsi yang dilakukan sebagai hal yang wajar-wajar saja tanpa
dihantui rasa dosa, risih, resah, dan malu. Boboroknya akhlak pelajar dan mahasiswa
yang di tandai dengan rasa kurang hormat terhadap guru dan dosennya bahkan
kepada orang tuanya sendiri. Hal ini merupakan cerminan anak bangsa yang
terancam kepribadiannya.
Sehubungan
dengan hal ini, peran pendidikan agama islam demikian stategis dalam
menciptakan kondisi masyarakat yang bermoral, sejahtera, adil, dan makmur. Dengan
pendidikan agama islam, akhlak ataupun tingkah laku mereka dapat terkontrol dan
terarah sesuai dengan kaidah agama islam.Sehingga dapat tercipta pelajar,
mahasiswa dan masyarakat yang berakhlak baik dan berwawasan luas.
Agama islam
merupakan agama yang universal yang mengajarkan kepada umat manusia mengenai
berbagai aspek kehidupan baik kehidupan yang sifatnya duniawi maupun yang
sifatnya akhrawi. Salah satu tujuan islam adalah mewajibkan kepada umatnya
untuk melaksanakan pendidikan, karena dengan pendidikan manusia dapat
memperoleh bekal kehidupan yang baik dan terarah.
2.
Rumusan
Masalah
Bertolak dari
latar belakang permasalahan yang telah dipaparkan, pembahasan makalah ini
dilakukan dengan mengacu pada rumusan masalah:
a.
Jelaskan arti dan ruang
lingkup agama islam?
b. Jelaskan
klasifikasi agama dengan agama islam?
c. Jelaskan
keterkaitan agama islam dengan IPTEK?
3.
Tujuan
Pembahasan
Sesuai dengan
perumusan masalah pembahasan yang telah ditetapkan, maka pembahasan makalah ini
ditujukan untuk menjawab arti dan ruang lingkup agama islam, klasifikasi agama
dengan agama islam, keterkaitan agama islam dengan IPTEK.
4.
Manfaat
Pembahasan
Manfaat atau
kontribusi yang diharapkan sebagai keluaran (output) dari pembahasan makalah
ini adalah untuk memberikan wawasan serta pengetahuan mengenai yang di maksud
dengan agama islam, klasifikasi agama dengan agama islam,dan keterkaitan agama
islam dengan IPTEK. Lebih jauh lagi dari pembahasan makalah ini diharapkan
dapat memberi keimanan terhadap agama yang kita anut sebagai tuntunan dalam
memecahkan berbagai kesulitan serta kekhawatiran yang selalu menyelimuti.
BAB
II
PEMBAHASAN
A.
PENGERTIAN
DAN RUANG LINGKUP AGAMA ISLAM
Kata islam
menurut bahasa (etimologi) “assalama”, yang berarti tunduk, patuh, dan berserah
diri. Maksudnya mengenai kalimat tersebut yaitu kepatuhan dan ketundukan yang
ditunjukkan kepada Allah SWT. Islam merupakan agama yang Allah turunkan kepada
semua Rasul-Nya dari sejak Rasul pertama hingga yang terakhir, agar ia menjadi
rahmat bagi seluruh makhluk alam ini. Islam datang dalam bentuk konsep, aturan,
undang-undang, prinsip serta ideologi yang harus diberlakukan kepada setiap
manusia agar manusia meraih kebahagiaan hidup didunia dan di akhirat.Secara
Istilah (terminologi) pengertian islam menurut para ulama yang diambil dari
hadist Rosululloh :
1. Islam adalah engkau bersyahadat
bahwa tiada Tuhan melainkan Allah dan Nabi Muhammad adalah utusan Allah, menegakkan
sholat, menunaikan zakat, melaksanakan shaum dibulan Ramadhan dan pergi Haji ke
baitullah jika mampu. ( Potongan hadits Jibril yang diriwayatkan oleh Muslim)
2. Islam adalah agama yang memiliki
delapan saham Islam itu sendiri merupakan saham, shalat juga termasuk saham,
zakat adalah saham, shaum adalah saham, Haji termasuk saham, amar ma'ruf
termasuk saham, nahi munkar termasuk saham, berjihad termasuk saham, maka
celakalah orang yang tidak memiliki saham itu. (HR. Al Bazzar)
3. Islam adalah Menyembah Allah dan
tidak menyekutukannya dengan apapun, mendirikan shalat wajib lima waktu,
menunaikan zakat wajib, puasa Ramadhan dan haji ke Baitullah apabila mampu.
(HR. Abu Hurairoh)
Pengertian islam
secara umum adalah agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad sebagai agama samawi
terakhir dengan syariah atau tuntunan agama yang menghapus syariah agama
sebelumnya dan sekaligus menyempurnakannya.
Agama islam
termasuk agama wahyu yang diturunkan Alloh pada rosulnya yang berisi
ajaran-ajaran Alloh, yang mengatur hubungan manusia dengan Alloh, manusia
dengan manusia, dan manusia dengan alam. Islam yang di turunkan kepada nabi
Muhamad adalah wahyu ynag terakhir untuk manusia. Karna itu, agama ini telah
sempurna dan sesuai dengan tingkatan perkembangan manusia sejak masa di
turunkannya dan sejak empat belas abad yang lalu hingga akhir peradaban manusia
atau hari kiamat kelak. Agama islam yang diturunkan kepada nabi-nabi sebelumnya
tidak selengkap wahyu yang diturunkan kepada nabi Muhamad. Umumnya wahyu yang
turun pada saat itu hanya bersifat lokal, untuk satu atau dua suku bangsa saja.
Misalnya wahyu yang diturunkan pada nabi Isa untuk bani Israil.Al-qur’an yang
menjelaskan para nabi Alloh yang membawa agama Islam bagi umatnya:
“Katakanlah hai orang-orang mukmin:
kami beriman kepada Alloh dan kepada apa yang diturunkan kepada kami dan yang
diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishak, Yakub serta anak cucunya dan kepada
apa yang telah diturunkan kepada musa,Isa, serta para nabi Tuhan mereka, kami
tidak membeda-bedakan seorangpun di antara mereka dan kami hanyatunduk dan
patuh kepada-nya”.
Wahyu yang
diturunkan Alloh kepada para nabi sebelum nabi Muhamad, tidak di jamin Alloh
orisinalitasnya, setelah nabi pembawanya tiada terjadi
penyimpangan-penyimpangan pada umat dan pengikutnya dengan menambah dan
mengurangi ajaran yang di tinggalkan para nabi, bahkan mengganti nama Islam
yang melekat pada ajaran agama itu dan menggatinya dengan nama yang mereka
inginkan.penyimpangan-penyimpangan itu di jelaskan pada Al-Qur’an, yang
mengisahkan penyimpangan kaum Yahudi:

“Yaitu orang-orang Yahudi, mereka
merubah perkataan dari tempat-tempatnya. Mereka berkata: kami mendengar tetapi
kami tidak mau menurutinya.dan mereka mengatakan pula: ra’inna, dengan
memutar-mutarkan lidahnya dan mencela agama”. (QS. Annisa:46)’
Agama yang
diturunkan Alloh kepada para rosul sebelum nabi Muhamad mengalami intervensi
oleh para pengikutnya setelah Rosulloh wafat, dengan demikian agama Islam
enjadi satu-satunya agama Alloh yang di turunkan kepada nabi Muhamad saw yang
terkumpul menjadi kitab suci Al-Qur’an sehingga wahyu-wahyu Alloh yang di
turunkan pada nabi-nabi sebelumnya menjadi tidak berlaku lagi karena telah
dikoreksi dan di sempurnakan oleh wahyu yang turun kepada nabi Muhamad, yaitu
Al-Qur’an.Firman Alloh dalam Al-Qur’an:

“Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: bahwasannya
Alloh seseorang dari yang tiga, padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain dari
Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu,
pasti orang-orang yang kafir di antara mereka akan di timpa siksaan yang pedih”.
(QS. Al-Maidah, 5:73)
Firman Alloh
yang menjelaskan tentang peringatan terhadap manusia untuk kembali kepada wahyu
Alloh yang murni,dan mengutuk perbuatan mereka yang telah ingkar:
Ajaran
agama islam yang turun kepada nabi Muhamad
merupakan wahyu Alloh yang terakhir atau ajaran penutup, dan diturunkan
secara sempurna, dinyatakan dalam firman:
“Pada hari ini telahku
sempurnakan untuk kamu agamamu, dan
telah kucukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah
Kuridhai slam menjadi agamam”.(QS. Al-Maidah, 5:3)
Dengan demikian,
agama Islam yang terakhir dan diridai-Nya , menutup kepercayaan akan adanya
nabi setelah nabi Muhamad. Ayat di atas mampu mengisyaratkan, bahwa agama Islam
mampu menjadi landasan hidup dan mampu menjawab pertanyaan tentang permasalahan
dan perkembangan budaya manusiasampai akhir sejarahnya.
Relevansi
ajaraan agama Islam dengan perkembangan budaya manusiatelah di isyaratkan oleh
Alloh:
“Sesungguhnya kamilah yang
menurunkan Al-Qur’an dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya”.(QS.Al-Hijr,
15:9)
Agama Islam
datang dari Alloh pencipta manusia, pencipta lebih tau dengan karaker dan
kemampuan yang diciptakannya. Karena itu, Agama Islam akan sesuai dengan
karakter manusiadengan segala dimensi kemanusiaannya. Kesesuaian ini ternyata
dapat dilihat dari segi hakekat manusia itu sendiri sebagai mahluk yang dibekali Alloh dengan fitrah keagamaan sejak
dilahirkan ke dunia. Alloh telah mengikat perjanjian dengan manusiaketika
mereka berada dalam alam rahim. Sebagaimana dinyatakan Al-Qur’an :

“Dan ingatlah ketika Tuhanmu
mengeluarkan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Alloh mengambil perjanjian
terhadap jiwa mereka (seranya berfirman) : Bukankah Aku ini Tuhanmu? Mereka
menjawab: (Betul engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi. Kami lakukan yang
demikian itu agar dihari Kiamat kamu tidak mengatakan ; sesungguhhnya kami
(Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (Keesaan Alloh). (
QS.Al A’raf, 7:172)
Kesaksian itu
menjadi fitrah keagamaan sehingga agama menjadi potensi dasar yang dimikiki
setiap orang.pada saat manusia lahir kedunia, potensi tersebut bertemu dengan
Wahyu Alloh yang diberikan kepada nabi, sehingga terjadi kesatuan yang
membentuk kepribadian manusia. Agama Islam menjadi dasar dan pedoman hidup bagi
manusia untuk mengatur kehidupannya baik hubungannya dengan Alloh, hubungan
dengan manusia maupun hubungan dengan alam sekitarnya. Semua aspek kehidupan
yang terhimpun dalam Al-Qur’an memberi petunjuk dasar manusia dalam rangka
mencapai kehidupan yang bahagia baik di
dunia maupun di akhherat.
Secara umum
Agama Islam itu terdiri dari berbagai Aspek-aspek yang berkaitan dengan
keyakinan atau kredial, tata aturan yang mengatur keyakinan seseorang terhadap
Alloh Swt (Aqidah), kemudian ritual yaitu tata aturan penyembahan terhadap
Alloh (Syariah), dan norma atau tata hukum yang mengatur hubungan-hubungan
antar manusia dengan manusia, manusia
dengan alam sesuai dengan tata keyakinan dan tata peribadatan (Ahlak).
B.
KLASIFIKASI
AGAMA DENGAN AGAMA ISLAM
Agama
merupakan peraturan-peraturan yang mengikat manusia dalam hubungan dengan
Tuhan-Nya dan hubungan manusia dengan sesama manusia dan juga hubungan manusia
dengan alam. Unsur-unsur yang ada dalam sebuah agama:
a.
Adanya keyakinan pada
yang gaib.
b.
Adanya kitab suci
sebagai pedoman
c.
Adanya rasul
pembawanya.
d.
Adanya ajaran yang biasa
dipatuhi.
e.
Adanya upacara ibadah
yang standar.
Jadi
secara luas pengertian agama Islam adalah agama yang diwahyukan Allah kepada
rasul-rasul-Nya dan terakhir disempurnakan kepada Rasul Muhammad SAW yang
berisi undang-undang dan metode kehidupan yang mengatur dan mengarahkan
bagaimana manusia berhubungan dengan Allah, manusia dengan manusia, dan manusia
dengan alam semesta agar kehidupan manusia terbina dan dapat meraih kesuksesan
atau kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat.
Agama wahyu
adalah agama yang menghendaki iman kepada Tuhan, kepada para rasul-Nya dan
kepada kitab-kitab-Nya serta pesan-Nya untuk disebarkan kepada segenap umat
manusia. Wahyu-wahyu dilestarikan melalui AL-Kitab, suhuf (lembaran-lembaran
bertulis) dan ajaran lisan. Agama wahyu menghendaki iman kepada Tuhan pemberi
wahyu, kepada Rosul-rosul penerima wahyu dan kepada kitab-kitab kumpulan wahyu
serta pesannya di sebarkan kepada seluruh umat manusia.
Agama bukan wahyu atau agama budaya adalah
semata-mata kepada ajaran seorang manusia yang dianggap memiliki pengetahuan
tentang kehidupan dalam berbagai aspeknya secara mendalam. Contohnya agama
Budha yang berpangkal pada ajaran Sidharta Gautama dan Confusianisme yang
berpangkal pada ajaran Kong Hu Cu. Perbedaan keduajenis agama ini dikemukakan
Al Masdoosi dalam bukunya yang berjudul Living Religious of the World sebagai
berikut:
a.
Agama wahyu berpokok
pada konsep keesaan Tuhan sedangkan agama bukan wahyu tidak demikian.
b. Agama
wahyu beriman kepada Nabi, sedangkan agama bukan wahyu tidak.
c. Dalam
agama wahyu sumber utama tuntunan baik dan buruk adalah kitab suci yang
diwahyukan, sedangkan agama bukan wahyu kitab suci tidak penting.
d. Semua
agama wahyu lahir di Timur Tengah, sedangkan agama bukan wahyu di luar itu.
e. Agama
wahyu lahir di daerah-daerah yang berada di bawah pengaruh ras semetik.
f. Agama
wahyu dengan ajarannya adalah agama misionari, sedangkan bukan agama wahyu
agama non misionari.
g. Ajaran
agama wahyu jelas dan tegas, sedangkan agama bukan wahyu kabur dan elastis.
h.
Agama wahyu memberikan
arah yang jelas dan lengkap baik aspek spiritual maupun material, sedangkan
agama bukan wahyu lebih menitik beratkan kepada aspek spiritual saja, seperti
pada Taoisme, atau pada aspek material saja seperti pada
Confusianisme.
Agama wahyu umumnya menghendaki iman kepada
Tuhan pemberi wahyu,kepada rosul-rosul penerima wahyu dan kepada kitab-kitab
kumpulan wahyuserta pesannya disebarkan kepada seluruh umat manusia. Adapun
ciri-ciri agama wahyu adalah:
a.
Secara pasti dapat
ditentukan lahirnya, dan bukan tumbuh dari masyarakat, melainkan diturunkan
kepada masyarakat.
b. Disampaikan
oleh manusia yang dipilih Allah sebagai utusan-Nya. Utusan itu bukan
menciptakan agama, melainkan menyampaikannya.
c. Memiliki
kitab suci yang bersih dari campur tangan manusia.
d. Ajarannya
serba tetap, walaupun tafsirnya dapat berubah sesuai dengan kecerdasan dan
kepekaan manusia.
e. Konsep
ketuhanannya adalah monotheisme mutlak (tauhid).
f. Kebenarannya
adalah universal yaitu berlaku bagi setiap manusia, masa dan keadaan.
g. System
nilai agama wahyu ditentukan oleh Allah sendiri diselaraskan dengan ukuran dan
hakekat kemanusiaan.
h. Agama
wahyu menyebut sesuatu tentang alam yang kemudian dibuktikan kebenarannya oleh
ilmu pengetahuan.
i.
Melalui agama wahyu
Allah memberi petunjuk, pedoman, tuntunan dan peringatan kepada manusia dalam
pembentukan insan kamil, yaitu manusia sempurna, manusia baik yang bersih dari
noda dan dosa.
Agama wahyu
disebut juga agama samawi (agama langit) dan agama bukan wahyu disebut agama
budaya (ardhi/bumi). Sedangkan yang termasuk dalam kategori agama samawi
hanyalah Agama Islam.Adapun ciri-ciri agama budaya (ardhi/bumi) adalah:
a. Tumbuh
secara komulatif dalam masyarakat penganutnya.
b. Tidak
disampaikan oleh utusan Tuhan (Rasul).
c. Umumnya
tidak memiliki kitab suci, walaupun ada akan mengalami perubahan-perubahan
dalam perjalanan sejarahnya.
d. Ajarannya
dapat berubah-ubah, sesuai dengan peruabahan akal pikiran masyarakatnya atau
penganutnya.
e. Konsep
ketuhanannya: dinamisme, animisme, politheisme.
f. Kebenaran
ajarannya tidak universal, yaitu tidak berlaku bagi setiap manusia, masa, dan
keadaan.
g. System
nilai ditentukan oleh manusia sesuai dengan cita-cita pengalaman serta
penghayatan masyarakat yang menganutnya.
h. Hal-hal
yang disebut dalam agama budaya tentang alam sering dibuktikan kekeliruannya
oleh sains.
i.
Pembentukan manusia
menurut agama budaya disandarkan masyarakat penganutnya yang belum tentu diakui
oleh masyarakat yang berbeda cita-cita, pengalaman dan penganutnya. (Prof. H.
Mohammad Daud Ali, S. H, 2010: 69-71)
Agama missionari adalah agama yang
menurut ajarannya harus disebarkan kepada seluruh umat manusia sedangkan agama
bukan misionari tidak ada kewajiban dalam ajarannya untuk menyebarkan pada
seluruh umat. Dilihat dari segi missi agama dibedakan menjadi beberapa macam:
a.
Agama missionary (agama
dakwah). Menurut Thomas W. Arnold yang termasuk agama missionary adalah
Buddhisme, Kristen, dan Islam.
b.
Agama non missionary (tidak didakwahkan). Menurut
Thomas W. Arnold yang termasuk agama non missionary adalah Yudaisme dan Yahudi.
Ditinjau dari
segi ras dan geografis agama dibagi menjadi beberapa macam diantaranya adalah :
a.
Agama ras Semitik: Yahudi,
Nasrani, dan Islam. Ketiga ajaran ini pada mulanya lahir dan berkembang di
kawasan Timur Tengah.
b. Agama
ras Arya: Hinduisme, Jainisme, Sikhisme dan Zoroaster. Kelompok agama ini lahir
dan berkembang di kawasan Asia Selatan dan Tengah.
c.
Agama ras Mongolian: Confusianisme,
Taoisme, dan Sintoisme. Agama dalam kelompok ini lahir dan berkembang di
kawasan Asia Timur dan Asia Tenggara.
Pada umumnya
agama diklasifikasikan menjadi dua kelompok, yaitu agama wahyu dan agama non
wahyu.
1.
Agama wahyu juga disebut dengan agma langit, agama yang termasuk agama
wahyu adalah :
a. Agama
Islam dengan kitab sucinya adalah Al Quran yang diturunkan Allah kepada Nabi
Muhammad SAW, melalui malaikat Jibril, untuk seluruh manusia dan alam semesta.
b. Agama
Kristen (Nasrani) dengan kitab sucinya Injil diturunkan kepada Nabi Isa AS,
melalui malaikat Jibril untuk kaum Bani Israil.
c. Agama
Yahudi dengan kitab sucinya Taurat diturunkan kepada Nabi Musa AS, melalui
malaikat Jibril untuk kaum Bani Israil.
2.
Pada awalnya menurut historis, agama non wahyu diciptakan oleh
filosuf-filosuf masyarakat sebagai ahli pikir, atau oleh pemimpin-pemimpin dari
masyarakat atau oleh penganjur dan penyiar masyarakat itu. Agama non wahyu
mengalami perubahan-perubahan sesuai dengan perkembangan pemikiran atau budaya
masyarakat itu. Agama non wahyu dinamakan juga agama budaya, termasuk di
dalamnya adalah Zoroasterianisme, Konfusianisme, Thaoisme, Shintoisme,
Budhisme, hinduisme, khonghucu.
Tujuan agama islam:
a.
Agama Islam bertujuan
untuk mengesakan Tuhan dan menjadikan manusia sebagai makhluk yang beradab dan
berbudi luhur, Islam menyuruh manusia untuk mendirikan sholat, karena dengan
sholat kita dapat berinteraksi, dalam surat al-Dhariyah: 56 Allah SWT berfirman
bahwa:”Manusia hidup adalah sebuah utang yang harus dibayar dengan satu jalan,
yaitu ibadah, selain itu agama Islam memerintahkan bagi kaum muslim untuk
menutup aurotnya karena semata-mata untuk mengangkat derajat manusia”.
b. Islam
sebagai penuntun umatnya pada jalan yang benar. Karena jika manusia masuk dalam
agama Islam dan mempelajarinya maka akan menjadikan manusia berkualitas dari
sisi spiritual, intelektual, dan moral sehingga tercipta perdamaian global.
Agama Islam sebagai rambu-rambu atau peraturan dalam hidup.
c. Agama
Islam bertujuan untuk mengatur kehidupan manusia yang bertujuan untuk kebaikan
mereka sendiri. Contohnya, agama kita mengharamkan manusia untuk mengonsumsi
daging babi, karna telah di buktikan dari penelitian ternyata daging babi
banyak mengandung bakteri dan cacing pita yang dapat menimbulkan penyakit jika
dikonsumsi.
d. Al-Qur’an
menjelaskan bahwa manusia hidup di dunia untuk akhirat, dengan kata lain agama
Islam dengan Al Qur’an sebagai kitab sucinya memerintahkan untuk jangan mudah
putus asa dalam menghadapi segala hal dan terus bekerja keras karena segala
perbuatan kita tak luput dari penglihatan Allah SWT, sehingga Islam berperan
sebagai peningkat etos kerja dalam kehidupan.
e.
Peranan lain dari agama
Islam dalam kehidupan adalah mengendalikan penggunaan teknologi untuk
kepentingan manusia.
C.
HUBUNGAN AGAMA DENGAN IPTEK
Ilmu
pengetahuan (sains) adalah pengetahuan tentang gejala alam yang diperoleh
melalui proses yang disebut metode ilmiah. Sedang teknologi adalah pengetahuan
dan ketrampilan yang merupakan penerapan ilmu pengetahuan dalam kehidupan
manusia sehari-hari. Perkembangan iptek, adalah hasil dari segala langkah dan
pemikiran untuk memperluas, memperdalam, dan mengembangkan IPTEK. Agama yang
dimaksud di sini, adalah agama Islam, yaitu agama yang diturunkan Allah SWT
kepada Nabi Muhammad Saw, untuk mengatur hubungan manusia dengan Penciptanya
dengan aqidah dan aturan ibadah, hubungan manusia dengan dirinya sendiri atau
aturan akhlak, makanan, dan pakaian, dan hubungan manusia dengan manusia
lainnya atau aturan mu’amalah dan uqubat/sistem pidana. Dalam Al Qur’an surat Ali Imron ayat 190 – 191 yang artinya :
“Sesungguhnya dalam penciptaan
langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda
bagi orang-orang yang berakal,. (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil
berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang
penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan Kami, Tiadalah
Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha suci Engkau, Maka peliharalah Kami
dari siksa neraka.”
Dari ayat diatas
menjelaskan betapa pentingnya ilmu pengetahuan dan teknologi untuk dipelajari
dan dimiliki. Secara garis besar,
berdasarkan tinjauan ideologi yang mendasari hubungan keduanya, terdapat tiga
jenis paradigma jenis paradigma::
a. paradagima
sekuler, yaitu paradigma yang memandang agama dan iptek adalah terpisah satu
sama lain. Sebab, dalam ideologi sekularisme Barat, agama telah dipisahkan dari
kehidupan agama tidak dinafikan eksistensinya, tapi hanya dibatasi perannya
dalam hubungan pribadi manusia dengan
tuhannya. Agama tidak mengatur kehidupan umum/publik. Paradigma ini
memandang agama dan IPTEK tidak bisa mencampuri dan mengintervensi yang
lainnya.
b. paradigma
sosialis, yaitu paradigma dari ideologi sosialisme yang menafikan eksistensi
agama sama sekali. Agama itu tidak ada, tidak ada hubungan dan kaitan apa pun
dengan IPTEK. IPTEK bisa berjalan secara independen dan lepas secara total dari
agama. Paradigma ini mirip dengan paradigma sekuler di atas, tapi lebih
ekstrem. Dalam paradigma sekuler, agama berfungsi secara sekularistik, yaitu
tidak dinafikan keberadaannya, tapi hanya dibatasi perannya dalam hubungan
vertikal manusia-tuhan. Berdasarkan paradigma sosialis ini, maka agama tidak
ada sangkut pautnya sama sekali dengan IPTEK. Seluruh bangunan ilmu pengetahuan
dalam paradigma sosialis didasarkan pada ide dasar materialisme, khususnya
Materialisme Dialektis. Paham Materialisme Dialektis adalah paham yang
memandang adanya keseluruhan proses perubahan yang terjadi terus menerus
melalui proses dialektika, yaitu melalui pertentanganpertentangan yang ada pada
materi yang sudah mengandung benih perkembangan itu sendiri. Sedang dalam
paradigma sosialis, agama dipandang secara ateistik, yaitu dianggap tidak ada
(in-exist) dan dibuang sama sekali dari kehidupan. Berdasarkan paradigma
sosialis ini, maka agama tidak ada sangkut pautnya sama sekali dengan iptek.
c. paradigma
Islam, yaitu paradigma yang memandang bahwa agama adalah dasar dan pengatur
kehidupan. Aqidah Islam menjadi basis dari segala ilmu pengetahuan. Aqidah
Islam yang terwujud dalam apa-apa yang ada dalam al-Qur`an dan al-Hadits--
menjadi qaidah fikriyah (landasan pemikiran), yaitu suatu asas yang di atasnya
dibangun seluruh bangunan pemikiran dan ilmu pengetahuan manusia.
Paradigma ini
memerintahkan manusia untuk membangun segala pemikirannya berdasarkan Aqidah
Islam, bukan lepas dari aqidah itu. Ini bisa kita pahami dari ayat yang pertama
kali turun:
“Bacalah dengan (menyebut) nama
Tuhanmu Yang menciptakan.” (Qs. Al-Alaq [96]: 1).
Dalam ayat ini berarti manusia
telah diperintahkan untuk membaca guna memperoleh berbagai pemikiran dan
pemahaman. Tetapi segala pemikirannya itu tidak boleh lepas dari Aqidah Islam,
karena iqra` haruslah dengan bismi rabbika, yaitu tetap berdasarkan iman kepada
Allah, yang merupakan asas Aqidah Islam.
Paradigma inilah
yang telah mencetak muslim-muslim yang taat dan shaleh tapi sekaligus cerdas
dalam iptek. Itulah hasil dan prestasi cemerlang dari paradigma Islam ini yang
dapat dilihat pada masa kejayaan IPTEK Dunia Islam antara tahun 700 M - 1400 M.
Pada masa inilah dikenal nama-nama seperti :
1. Jabir bin Hayyan (w. 721) sebagai ahli
kimia termasyhur,
2. Al-Khawarizmi (w. 780) sebagai ahli
matematika dan astronomi,
3. Al-Battani (w. 858) sebagai ahli
astronomi dan matematika,
4. Al-Razi (w. 884) sebagai pakar kedokteran,
ophtalmologi, dan kimia,
5. Tsabit bin Qurrah (w. 908) sebagai ahli
kedokteran dan teknik, dan masih banyak lagi.
BAB
III
Kesimpulan
Dari
apa yang telah disampaikan dalam makalah ini kita dapat menyimpulkan bahwa agama
adalah peraturan-peraturan yang mengikat manusia dalam hubungan dengan
Tuhan-Nya dan hubungan manusia dengan sesama manusia dan juga hubungan manusia
dengan alam sedangkandevinisi dari agama Islam adalah agama yang diwahyukan
Allah kepada rasul-rasul-Nya dan terakhir disempurnakan kepada Rasul Muhammad
SAW yang berisi undang-undang dan metode kehidupan yang mengatur dan
mengarahkan bagaimana manusia berhubungan dengan Allah, manusia dengan manusia,
dan manusia dengan alam semesta agar kehidupan manusia terbina dan dapat meraih
kesuksesan atau kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. agama digolongkan atau
diklasifikasikan menjadi beberapa macam dan
hidup dan berkembang di kawasan yang berbeda-beda.
Agama
merupakan suatu cakrawala tentang dunia yang tidak terjangkau manusia (beyond),
dalam arti ketika deprivasi (rasa kehilangan diri) dan frustasi dialami
manusia, agama merupakan sarana yang memungkinkan hubungan antara manusia
dengan Tuhan, yang memberikan jaminan dan keselamatan.
Kita
juga dapat menyimpulkan bahwa agama Islam berperan penting dalam kehidupan
manusia. Peran Islam dalam kehidupan adalah Islam sebagai kumpulan
informasi-informasi yang berasal dari Allah SWT, bertujuan untuk mengesakan
Tuhan dan menjadikan manusia sebagai makhluk yang beradab dan berbudi luhur,
sebagai penuntun umatnya pada jalan yang benar, sebagai rambu-rambu atau aturan
dalam hidup, berperan sebagai peningkat etos kerja dalam kehidupan, dan
mengendalikan dan mengarahkan penggunaan teknologi untuk kepentingan manusia.
DAFTAR PUSTAKA
Ali, Muhammad Daud. 1998. Pendidikan Agama Islam. Jakarta: PT. Raya Grafindo persada
Tidak ada komentar:
Posting Komentar