Rabu, 14 Januari 2015

Agama Islam



MAKALAH
DIROSAH ISLAMIYAH
Tentang
AGAMA ISLAM



DISUSUN OLEH
KELOMPOK 5
·         ANTI RAHMAWATI
·         TIA ROSTIASIH NOER


STAI PUTERA GALUH CIAMIS
Jln. Raya Banjar No. 141 KM. 3 Telp. (0276) 777991 Cijantung – Ciamis
Website : www.staipg.ac.id E-mail : staipg_ciamis@yahoo.co.id


KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Alloh SWT, yang telah melimpahkan rahmat dan karunianya kepada penulis, sehingga  makalah ini dapat selesai pada waktunya.Makalah berjudul “Agama Islam”ini di susun dengan tujuan untuk memenuhi tugas mata kuliah Dirosah Islamiyah pada program studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah/Sekolah Dasar (PGMI/SD) Sekolah Tinggi Agama Islam Putra Galuh Ciamis.
Selama penulisan makalah ini, penulis mengalami berbagai hambatan yang disebabkan keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman penulis dalam menyusun sebuah makalah, tetapi berkat dukungan dari berbagai pihak, makalah ini bisa terwujud dan terselesaikan. Oleh karena itu pada kesempatan ini penulis menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada semua pihak terutama dosen mata kuliah Dirosah Islamiyah serta berbagai pihak yang telah banyak membantu memberi bantuan dan saran terhadap penulis dalam menyusun makalah ini.
Semoga makalah ini dapat memberikan pengetahuan yang lebih luas kepada pembaca. Walaupun makalah ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Penyusun membutuhkan kritik dan saran dari pembaca yang membangun. Terima kasih.
                                                                                                          






Ciamis, 11 November 2014

                                                                                                                                  Penulis



DAFTAR ISI
Halaman
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI.....................................................................................................................    
BAB 1 PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah........................................................................................
B.     Perumusan Masalah...............................................................................................
C.     Tujuan Pembahasan...............................................................................................
D.    Manfaat pembahasan.............................................................................................
BAB 2 PEMBAHASAN
A.    Pengertian dan Ruang Lingkup Agama Islam.......................................................     1
B.     Klsifikasi Agama dan Agama Islam......................................................................     5
C.     Hubungan Agama dengan IPTEK.........................................................................   9           
BAB 3             PENUTUP
A.    Ksimpulan..............................................................................................................     12
DAFTAR PUSTAKA........................................................................................................    13












BAB I
PENDAHULUAN
1.      Latar Belakang Masalah
Sebagai mahluk ciptaan yang paling sempurna, selain hawa nafsu manusia dibekali penciptanya dengan seperangkat akal dan fikiran. Dengan akal dan fikiranya ini manusia mendapatkan ilmu, akal dan fikiran memproses setiap pengetahuan yang diserap oleh indra- indra yang dimiliki manusia untuk memahami yang hak dengan yang batil, yang bermanfaat dengan yang mudarat.
Dewasa ini pelajar dan mahasiswa mudah terprovokasi dan terpancing emosi sehingga sering terjadinya tawuran dan bentrokan. Terlebih lagi sering terjadi pelajar dan mahasiswa yang terlibat dalam pemakaian dan peredaran narkoba. Bahkan dalam pergaulan begitu bebas bergaul dengan lawan jenis yang ditunjukan dengan maraknya perilaku sex  dan hamil diluar nikah, suatu tindakan aborsi yang dilakukan sebagai hal yang wajar-wajar saja tanpa dihantui rasa dosa, risih, resah, dan malu. Boboroknya akhlak pelajar dan mahasiswa yang di tandai dengan rasa kurang hormat terhadap guru dan dosennya bahkan kepada orang tuanya sendiri. Hal ini merupakan cerminan anak bangsa yang terancam kepribadiannya.
Sehubungan dengan hal ini, peran pendidikan agama islam demikian stategis dalam menciptakan kondisi masyarakat yang bermoral, sejahtera, adil, dan makmur. Dengan pendidikan agama islam, akhlak ataupun tingkah laku mereka dapat terkontrol dan terarah sesuai dengan kaidah agama islam.Sehingga dapat tercipta pelajar, mahasiswa dan masyarakat yang berakhlak baik dan berwawasan luas.
Agama islam merupakan agama yang universal yang mengajarkan kepada umat manusia mengenai berbagai aspek kehidupan baik kehidupan yang sifatnya duniawi maupun yang sifatnya akhrawi. Salah satu tujuan islam adalah mewajibkan kepada umatnya untuk melaksanakan pendidikan, karena dengan pendidikan manusia dapat memperoleh bekal kehidupan yang baik dan terarah.

2.      Rumusan Masalah
Bertolak dari latar belakang permasalahan yang telah dipaparkan, pembahasan makalah ini dilakukan dengan mengacu pada rumusan masalah:
a.       Jelaskan arti dan ruang lingkup agama islam?
b.      Jelaskan klasifikasi agama dengan agama islam?
c.       Jelaskan keterkaitan agama islam dengan IPTEK?

3.      Tujuan Pembahasan
Sesuai dengan perumusan masalah pembahasan yang telah ditetapkan, maka pembahasan makalah ini ditujukan untuk menjawab arti dan ruang lingkup agama islam, klasifikasi agama dengan agama islam, keterkaitan agama islam dengan IPTEK.
4.      Manfaat Pembahasan
Manfaat atau kontribusi yang diharapkan sebagai keluaran (output) dari pembahasan makalah ini adalah untuk memberikan wawasan serta pengetahuan mengenai yang di maksud dengan agama islam, klasifikasi agama dengan agama islam,dan keterkaitan agama islam dengan IPTEK. Lebih jauh lagi dari pembahasan makalah ini diharapkan dapat memberi keimanan terhadap agama yang kita anut sebagai tuntunan dalam memecahkan berbagai kesulitan serta kekhawatiran yang selalu menyelimuti. 


BAB II
PEMBAHASAN

A.    PENGERTIAN DAN RUANG LINGKUP AGAMA ISLAM
Kata islam menurut bahasa (etimologi) “assalama”, yang berarti tunduk, patuh, dan berserah diri. Maksudnya mengenai kalimat tersebut yaitu kepatuhan dan ketundukan yang ditunjukkan kepada Allah SWT. Islam merupakan agama yang Allah turunkan kepada semua Rasul-Nya dari sejak Rasul pertama hingga yang terakhir, agar ia menjadi rahmat bagi seluruh makhluk alam ini. Islam datang dalam bentuk konsep, aturan, undang-undang, prinsip serta ideologi yang harus diberlakukan kepada setiap manusia agar manusia meraih kebahagiaan hidup didunia dan di akhirat.Secara Istilah (terminologi) pengertian islam menurut para ulama yang diambil dari hadist Rosululloh :
1. Islam adalah engkau bersyahadat bahwa tiada Tuhan melainkan Allah dan  Nabi Muhammad adalah utusan Allah, menegakkan sholat, menunaikan zakat, melaksanakan shaum dibulan Ramadhan dan pergi Haji ke baitullah jika mampu. ( Potongan hadits Jibril yang diriwayatkan oleh Muslim)
2. Islam adalah agama yang memiliki delapan saham Islam itu sendiri merupakan saham, shalat juga termasuk saham, zakat adalah saham, shaum adalah saham, Haji termasuk saham, amar ma'ruf termasuk saham, nahi munkar termasuk saham, berjihad termasuk saham, maka celakalah orang yang tidak memiliki saham itu. (HR. Al Bazzar)
3. Islam adalah Menyembah Allah dan tidak menyekutukannya dengan apapun, mendirikan shalat wajib lima waktu, menunaikan zakat wajib, puasa Ramadhan dan haji ke Baitullah apabila mampu. (HR. Abu Hurairoh)
Pengertian islam secara umum adalah agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad sebagai agama samawi terakhir dengan syariah atau tuntunan agama yang menghapus syariah agama sebelumnya dan sekaligus menyempurnakannya.
Agama islam termasuk agama wahyu yang diturunkan Alloh pada rosulnya yang berisi ajaran-ajaran Alloh, yang mengatur hubungan manusia dengan Alloh, manusia dengan manusia, dan manusia dengan alam. Islam yang di turunkan kepada nabi Muhamad adalah wahyu ynag terakhir untuk manusia. Karna itu, agama ini telah sempurna dan sesuai dengan tingkatan perkembangan manusia sejak masa di turunkannya dan sejak empat belas abad yang lalu hingga akhir peradaban manusia atau hari kiamat kelak. Agama islam yang diturunkan kepada nabi-nabi sebelumnya tidak selengkap wahyu yang diturunkan kepada nabi Muhamad. Umumnya wahyu yang turun pada saat itu hanya bersifat lokal, untuk satu atau dua suku bangsa saja. Misalnya wahyu yang diturunkan pada nabi Isa untuk bani Israil.Al-qur’an yang menjelaskan para nabi Alloh yang membawa agama Islam bagi umatnya:
“Katakanlah hai orang-orang mukmin: kami beriman kepada Alloh dan kepada apa yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishak, Yakub serta anak cucunya dan kepada apa yang telah diturunkan kepada musa,Isa, serta para nabi Tuhan mereka, kami tidak membeda-bedakan seorangpun di antara mereka dan kami hanyatunduk dan patuh kepada-nya”.
Wahyu yang diturunkan Alloh kepada para nabi sebelum nabi Muhamad, tidak di jamin Alloh orisinalitasnya, setelah nabi pembawanya tiada terjadi penyimpangan-penyimpangan pada umat dan pengikutnya dengan menambah dan mengurangi ajaran yang di tinggalkan para nabi, bahkan mengganti nama Islam yang melekat pada ajaran agama itu dan menggatinya dengan nama yang mereka inginkan.penyimpangan-penyimpangan itu di jelaskan pada Al-Qur’an, yang mengisahkan penyimpangan kaum Yahudi:
4:46
“Yaitu orang-orang Yahudi, mereka merubah perkataan dari tempat-tempatnya. Mereka berkata: kami mendengar tetapi kami tidak mau menurutinya.dan mereka mengatakan pula: ra’inna, dengan memutar-mutarkan lidahnya dan mencela agama”. (QS. Annisa:46)’
Agama yang diturunkan Alloh kepada para rosul sebelum nabi Muhamad mengalami intervensi oleh para pengikutnya setelah Rosulloh wafat, dengan demikian agama Islam enjadi satu-satunya agama Alloh yang di turunkan kepada nabi Muhamad saw yang terkumpul menjadi kitab suci Al-Qur’an sehingga wahyu-wahyu Alloh yang di turunkan pada nabi-nabi sebelumnya menjadi tidak berlaku lagi karena telah dikoreksi dan di sempurnakan oleh wahyu yang turun kepada nabi Muhamad, yaitu Al-Qur’an.Firman Alloh dalam Al-Qur’an:


5:73

“Sesungguhnya kafirlah  orang-orang yang mengatakan: bahwasannya Alloh seseorang dari yang tiga, padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain dari Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir di antara mereka akan di timpa siksaan yang pedih”. (QS. Al-Maidah, 5:73)
Firman Alloh yang menjelaskan tentang peringatan terhadap manusia untuk kembali kepada wahyu Alloh yang murni,dan mengutuk perbuatan mereka yang telah ingkar:
5:3Ajaran agama islam yang turun kepada nabi Muhamad  merupakan wahyu Alloh yang terakhir atau ajaran penutup, dan diturunkan secara sempurna, dinyatakan dalam firman:












“Pada hari ini telahku sempurnakan  untuk kamu agamamu, dan telah kucukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah  Kuridhai slam menjadi agamam”.(QS. Al-Maidah, 5:3)
Dengan demikian, agama Islam yang terakhir dan diridai-Nya , menutup kepercayaan akan adanya nabi setelah nabi Muhamad. Ayat di atas mampu mengisyaratkan, bahwa agama Islam mampu menjadi landasan hidup dan mampu menjawab pertanyaan tentang permasalahan dan perkembangan budaya manusiasampai akhir sejarahnya.


Relevansi ajaraan agama Islam dengan perkembangan budaya manusiatelah di isyaratkan oleh Alloh:
15:9
“Sesungguhnya kamilah yang menurunkan Al-Qur’an dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya”.(QS.Al-Hijr, 15:9)
Agama Islam datang dari Alloh pencipta manusia, pencipta lebih tau dengan karaker dan kemampuan yang diciptakannya. Karena itu, Agama Islam akan sesuai dengan karakter manusiadengan segala dimensi kemanusiaannya. Kesesuaian ini ternyata dapat dilihat dari segi hakekat manusia itu sendiri sebagai mahluk yang  dibekali Alloh dengan fitrah keagamaan sejak dilahirkan ke dunia. Alloh telah mengikat perjanjian dengan manusiaketika mereka berada dalam alam rahim. Sebagaimana dinyatakan Al-Qur’an :
7:172
“Dan ingatlah ketika Tuhanmu mengeluarkan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Alloh mengambil perjanjian terhadap jiwa mereka (seranya berfirman) : Bukankah Aku ini Tuhanmu? Mereka menjawab: (Betul engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi. Kami lakukan yang demikian itu agar dihari Kiamat kamu tidak mengatakan ; sesungguhhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (Keesaan Alloh). ( QS.Al A’raf, 7:172)
Kesaksian itu menjadi fitrah keagamaan sehingga agama menjadi potensi dasar yang dimikiki setiap orang.pada saat manusia lahir kedunia, potensi tersebut bertemu dengan Wahyu Alloh yang diberikan kepada nabi, sehingga terjadi kesatuan yang membentuk kepribadian manusia. Agama Islam menjadi dasar dan pedoman hidup bagi manusia untuk mengatur kehidupannya baik hubungannya dengan Alloh, hubungan dengan manusia maupun hubungan dengan alam sekitarnya. Semua aspek kehidupan yang terhimpun dalam Al-Qur’an memberi petunjuk dasar manusia dalam rangka mencapai kehidupan yang  bahagia baik di dunia maupun di akhherat.
Secara umum Agama Islam itu terdiri dari berbagai Aspek-aspek yang berkaitan dengan keyakinan atau kredial, tata aturan yang mengatur keyakinan seseorang terhadap Alloh Swt (Aqidah), kemudian ritual yaitu tata aturan penyembahan terhadap Alloh (Syariah), dan norma atau tata hukum yang mengatur hubungan-hubungan antar manusia  dengan manusia, manusia dengan alam sesuai dengan tata keyakinan dan tata peribadatan (Ahlak).

B.     KLASIFIKASI AGAMA DENGAN AGAMA ISLAM
Agama merupakan peraturan-peraturan yang mengikat manusia dalam hubungan dengan Tuhan-Nya dan hubungan manusia dengan sesama manusia dan juga hubungan manusia dengan alam. Unsur-unsur yang ada dalam sebuah agama:
a.       Adanya keyakinan pada yang gaib.
b.      Adanya kitab suci sebagai pedoman
c.       Adanya rasul pembawanya.
d.      Adanya ajaran yang biasa dipatuhi.
e.       Adanya upacara ibadah yang standar.
Jadi secara luas pengertian agama Islam adalah agama yang diwahyukan Allah kepada rasul-rasul-Nya dan terakhir disempurnakan kepada Rasul Muhammad SAW yang berisi undang-undang dan metode kehidupan yang mengatur dan mengarahkan bagaimana manusia berhubungan dengan Allah, manusia dengan manusia, dan manusia dengan alam semesta agar kehidupan manusia terbina dan dapat meraih kesuksesan atau kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat.
Agama wahyu adalah agama yang menghendaki iman kepada Tuhan, kepada para rasul-Nya dan kepada kitab-kitab-Nya serta pesan-Nya untuk disebarkan kepada segenap umat manusia. Wahyu-wahyu dilestarikan melalui AL-Kitab, suhuf (lembaran-lembaran bertulis) dan ajaran lisan. Agama wahyu menghendaki iman kepada Tuhan pemberi wahyu, kepada Rosul-rosul penerima wahyu dan kepada kitab-kitab kumpulan wahyu serta pesannya di sebarkan kepada seluruh umat manusia.
 Agama bukan wahyu atau agama budaya adalah semata-mata kepada ajaran seorang manusia yang dianggap memiliki pengetahuan tentang kehidupan dalam berbagai aspeknya secara mendalam. Contohnya agama Budha yang berpangkal pada ajaran Sidharta Gautama dan Confusianisme yang berpangkal pada ajaran Kong Hu Cu. Perbedaan keduajenis agama ini dikemukakan Al Masdoosi dalam bukunya yang berjudul Living Religious of the World sebagai berikut:
a.       Agama wahyu berpokok pada konsep keesaan Tuhan sedangkan agama bukan wahyu tidak demikian.
b.      Agama wahyu beriman kepada Nabi, sedangkan agama bukan wahyu tidak.
c.       Dalam agama wahyu sumber utama tuntunan baik dan buruk adalah kitab suci yang diwahyukan, sedangkan agama bukan wahyu kitab suci tidak penting.
d.      Semua agama wahyu lahir di Timur Tengah, sedangkan agama bukan wahyu di luar itu.
e.       Agama wahyu lahir di daerah-daerah yang berada di bawah pengaruh ras semetik.
f.       Agama wahyu dengan ajarannya adalah agama misionari, sedangkan bukan agama wahyu agama non misionari.
g.      Ajaran agama wahyu jelas dan tegas, sedangkan agama bukan wahyu kabur dan elastis.
h.      Agama wahyu memberikan arah yang jelas dan lengkap baik aspek spiritual maupun material, sedangkan agama bukan wahyu lebih menitik beratkan kepada aspek spiritual saja, seperti pada Taoisme, atau pada aspek material saja seperti pada Confusianisme.
 Agama wahyu umumnya menghendaki iman kepada Tuhan pemberi wahyu,kepada rosul-rosul penerima wahyu dan kepada kitab-kitab kumpulan wahyuserta pesannya disebarkan kepada seluruh umat manusia. Adapun ciri-ciri agama wahyu adalah:
a.       Secara pasti dapat ditentukan lahirnya, dan bukan tumbuh dari masyarakat, melainkan diturunkan kepada masyarakat.
b.      Disampaikan oleh manusia yang dipilih Allah sebagai utusan-Nya. Utusan itu bukan menciptakan agama, melainkan menyampaikannya.
c.       Memiliki kitab suci yang bersih dari campur tangan manusia.
d.      Ajarannya serba tetap, walaupun tafsirnya dapat berubah sesuai dengan kecerdasan dan kepekaan manusia.
e.       Konsep ketuhanannya adalah monotheisme mutlak (tauhid).
f.       Kebenarannya adalah universal yaitu berlaku bagi setiap manusia, masa dan keadaan.
g.      System nilai agama wahyu ditentukan oleh Allah sendiri diselaraskan dengan ukuran dan hakekat kemanusiaan.
h.      Agama wahyu menyebut sesuatu tentang alam yang kemudian dibuktikan kebenarannya oleh ilmu pengetahuan.
i.        Melalui agama wahyu Allah memberi petunjuk, pedoman, tuntunan dan peringatan kepada manusia dalam pembentukan insan kamil, yaitu manusia sempurna, manusia baik yang bersih dari noda dan dosa.
Agama wahyu disebut juga agama samawi (agama langit) dan agama bukan wahyu disebut agama budaya (ardhi/bumi). Sedangkan yang termasuk dalam kategori agama samawi hanyalah Agama Islam.Adapun ciri-ciri agama budaya (ardhi/bumi) adalah:
a.       Tumbuh secara komulatif dalam masyarakat penganutnya.
b.      Tidak disampaikan oleh utusan Tuhan (Rasul).
c.       Umumnya tidak memiliki kitab suci, walaupun ada akan mengalami perubahan-perubahan dalam perjalanan sejarahnya.
d.      Ajarannya dapat berubah-ubah, sesuai dengan peruabahan akal pikiran masyarakatnya atau penganutnya.
e.       Konsep ketuhanannya: dinamisme, animisme, politheisme.
f.       Kebenaran ajarannya tidak universal, yaitu tidak berlaku bagi setiap manusia, masa, dan keadaan.
g.      System nilai ditentukan oleh manusia sesuai dengan cita-cita pengalaman serta penghayatan masyarakat yang menganutnya.
h.      Hal-hal yang disebut dalam agama budaya tentang alam sering dibuktikan kekeliruannya oleh sains.
i.        Pembentukan manusia menurut agama budaya disandarkan masyarakat penganutnya yang belum tentu diakui oleh masyarakat yang berbeda cita-cita, pengalaman dan penganutnya. (Prof. H. Mohammad Daud Ali, S. H, 2010: 69-71)
Agama missionari adalah agama yang menurut ajarannya harus disebarkan kepada seluruh umat manusia sedangkan agama bukan misionari tidak ada kewajiban dalam ajarannya untuk menyebarkan pada seluruh umat. Dilihat dari segi missi agama dibedakan menjadi beberapa macam:
a.       Agama missionary (agama dakwah). Menurut Thomas W. Arnold yang termasuk agama missionary adalah Buddhisme, Kristen, dan Islam.
b.       Agama non missionary (tidak didakwahkan). Menurut Thomas W. Arnold yang termasuk agama non missionary adalah Yudaisme dan Yahudi.
Ditinjau dari segi ras dan geografis agama dibagi menjadi beberapa macam diantaranya adalah :
a.       Agama ras Semitik: Yahudi, Nasrani, dan Islam. Ketiga ajaran ini pada mulanya lahir dan berkembang di kawasan Timur Tengah.
b.      Agama ras Arya: Hinduisme, Jainisme, Sikhisme dan Zoroaster. Kelompok agama ini lahir dan berkembang di kawasan Asia Selatan dan Tengah.
c.       Agama ras Mongolian: Confusianisme, Taoisme, dan Sintoisme. Agama dalam kelompok ini lahir dan berkembang di kawasan Asia Timur dan Asia Tenggara.
Pada umumnya agama diklasifikasikan menjadi dua kelompok, yaitu agama wahyu dan agama non wahyu.
1.  Agama wahyu juga disebut dengan agma langit, agama yang termasuk agama wahyu adalah :
a.       Agama Islam dengan kitab sucinya adalah Al Quran yang diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad SAW, melalui malaikat Jibril, untuk seluruh manusia dan alam semesta.
b.      Agama Kristen (Nasrani) dengan kitab sucinya Injil diturunkan kepada Nabi Isa AS, melalui malaikat Jibril untuk kaum Bani Israil.
c.       Agama Yahudi dengan kitab sucinya Taurat diturunkan kepada Nabi Musa AS, melalui malaikat Jibril untuk kaum Bani Israil.
2.  Pada awalnya menurut historis, agama non wahyu diciptakan oleh filosuf-filosuf masyarakat sebagai ahli pikir, atau oleh pemimpin-pemimpin dari masyarakat atau oleh penganjur dan penyiar masyarakat itu. Agama non wahyu mengalami perubahan-perubahan sesuai dengan perkembangan pemikiran atau budaya masyarakat itu. Agama non wahyu dinamakan juga agama budaya, termasuk di dalamnya adalah Zoroasterianisme, Konfusianisme, Thaoisme, Shintoisme, Budhisme, hinduisme, khonghucu.
Tujuan agama islam:
a.       Agama Islam bertujuan untuk mengesakan Tuhan dan menjadikan manusia sebagai makhluk yang beradab dan berbudi luhur, Islam menyuruh manusia untuk mendirikan sholat, karena dengan sholat kita dapat berinteraksi, dalam surat al-Dhariyah: 56 Allah SWT berfirman bahwa:”Manusia hidup adalah sebuah utang yang harus dibayar dengan satu jalan, yaitu ibadah, selain itu agama Islam memerintahkan bagi kaum muslim untuk menutup aurotnya karena semata-mata untuk mengangkat derajat manusia”.
b.      Islam sebagai penuntun umatnya pada jalan yang benar. Karena jika manusia masuk dalam agama Islam dan mempelajarinya maka akan menjadikan manusia berkualitas dari sisi spiritual, intelektual, dan moral sehingga tercipta perdamaian global. Agama Islam sebagai rambu-rambu atau peraturan dalam hidup.
c.       Agama Islam bertujuan untuk mengatur kehidupan manusia yang bertujuan untuk kebaikan mereka sendiri. Contohnya, agama kita mengharamkan manusia untuk mengonsumsi daging babi, karna telah di buktikan dari penelitian ternyata daging babi banyak mengandung bakteri dan cacing pita yang dapat menimbulkan penyakit jika dikonsumsi.
d.      Al-Qur’an menjelaskan bahwa manusia hidup di dunia untuk akhirat, dengan kata lain agama Islam dengan Al Qur’an sebagai kitab sucinya memerintahkan untuk jangan mudah putus asa dalam menghadapi segala hal dan terus bekerja keras karena segala perbuatan kita tak luput dari penglihatan Allah SWT, sehingga Islam berperan sebagai peningkat etos kerja dalam kehidupan.
e.       Peranan lain dari agama Islam dalam kehidupan adalah mengendalikan penggunaan teknologi untuk kepentingan manusia.
C. HUBUNGAN AGAMA DENGAN IPTEK
3:190Ilmu pengetahuan (sains) adalah pengetahuan tentang gejala alam yang diperoleh melalui proses yang disebut metode ilmiah. Sedang teknologi adalah pengetahuan dan ketrampilan yang merupakan penerapan ilmu pengetahuan dalam kehidupan manusia sehari-hari. Perkembangan iptek, adalah hasil dari segala langkah dan pemikiran untuk memperluas, memperdalam, dan mengembangkan IPTEK. Agama yang dimaksud di sini, adalah agama Islam, yaitu agama yang diturunkan Allah SWT kepada Nabi Muhammad Saw, untuk mengatur hubungan manusia dengan Penciptanya dengan aqidah dan aturan ibadah, hubungan manusia dengan dirinya sendiri atau aturan akhlak, makanan, dan pakaian, dan hubungan manusia dengan manusia lainnya atau aturan mu’amalah dan uqubat/sistem pidana. Dalam Al Qur’an  surat Ali Imron ayat 190 – 191 yang artinya :
3:191









“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal,. (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan Kami, Tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha suci Engkau, Maka peliharalah Kami dari siksa neraka.”
Dari ayat diatas menjelaskan betapa pentingnya ilmu pengetahuan dan teknologi untuk dipelajari dan dimiliki.  Secara garis besar, berdasarkan tinjauan ideologi yang mendasari hubungan keduanya, terdapat tiga jenis paradigma  jenis paradigma::
a.       paradagima sekuler, yaitu paradigma yang memandang agama dan iptek adalah terpisah satu sama lain. Sebab, dalam ideologi sekularisme Barat, agama telah dipisahkan dari kehidupan agama tidak dinafikan eksistensinya, tapi hanya dibatasi perannya dalam hubungan pribadi manusia dengan  tuhannya.  Agama tidak  mengatur kehidupan umum/publik. Paradigma ini memandang agama dan IPTEK tidak bisa mencampuri dan mengintervensi yang lainnya.
b.      paradigma sosialis, yaitu paradigma dari ideologi sosialisme yang menafikan eksistensi agama sama sekali. Agama itu tidak ada, tidak ada hubungan dan kaitan apa pun dengan IPTEK. IPTEK bisa berjalan secara independen dan lepas secara total dari agama. Paradigma ini mirip dengan paradigma sekuler di atas, tapi lebih ekstrem. Dalam paradigma sekuler, agama berfungsi secara sekularistik, yaitu tidak dinafikan keberadaannya, tapi hanya dibatasi perannya dalam hubungan vertikal manusia-tuhan. Berdasarkan paradigma sosialis ini, maka agama tidak ada sangkut pautnya sama sekali dengan IPTEK. Seluruh bangunan ilmu pengetahuan dalam paradigma sosialis didasarkan pada ide dasar materialisme, khususnya Materialisme Dialektis. Paham Materialisme Dialektis adalah paham yang memandang adanya keseluruhan proses perubahan yang terjadi terus menerus melalui proses dialektika, yaitu melalui pertentanganpertentangan yang ada pada materi yang sudah mengandung benih perkembangan itu sendiri. Sedang dalam paradigma sosialis, agama dipandang secara ateistik, yaitu dianggap tidak ada (in-exist) dan dibuang sama sekali dari kehidupan. Berdasarkan paradigma sosialis ini, maka agama tidak ada sangkut pautnya sama sekali dengan iptek.
c.       paradigma Islam, yaitu paradigma yang memandang bahwa agama adalah dasar dan pengatur kehidupan. Aqidah Islam menjadi basis dari segala ilmu pengetahuan. Aqidah Islam yang terwujud dalam apa-apa yang ada dalam al-Qur`an dan al-Hadits-- menjadi qaidah fikriyah (landasan pemikiran), yaitu suatu asas yang di atasnya dibangun seluruh bangunan pemikiran dan ilmu pengetahuan manusia.
Paradigma ini memerintahkan manusia untuk membangun segala pemikirannya berdasarkan Aqidah Islam, bukan lepas dari aqidah itu. Ini bisa kita pahami dari ayat yang pertama kali turun:

96:1
“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan.” (Qs. Al-Alaq [96]: 1).
Dalam ayat ini berarti manusia telah diperintahkan untuk membaca guna memperoleh berbagai pemikiran dan pemahaman. Tetapi segala pemikirannya itu tidak boleh lepas dari Aqidah Islam, karena iqra` haruslah dengan bismi rabbika, yaitu tetap berdasarkan iman kepada Allah, yang merupakan asas Aqidah Islam.
Paradigma inilah yang telah mencetak muslim-muslim yang taat dan shaleh tapi sekaligus cerdas dalam iptek. Itulah hasil dan prestasi cemerlang dari paradigma Islam ini yang dapat dilihat pada masa kejayaan IPTEK Dunia Islam antara tahun 700 M - 1400 M. Pada masa inilah dikenal nama-nama seperti :
1.       Jabir bin Hayyan (w. 721) sebagai ahli kimia termasyhur,
2.      Al-Khawarizmi (w. 780) sebagai ahli matematika dan astronomi,
3.      Al-Battani (w. 858) sebagai ahli astronomi dan matematika,
4.      Al-Razi (w. 884) sebagai pakar kedokteran, ophtalmologi, dan kimia,
5.      Tsabit bin Qurrah (w. 908) sebagai ahli kedokteran dan teknik, dan masih banyak lagi.
BAB III
Kesimpulan
Dari apa yang telah disampaikan dalam makalah ini kita dapat menyimpulkan bahwa agama adalah peraturan-peraturan yang mengikat manusia dalam hubungan dengan Tuhan-Nya dan hubungan manusia dengan sesama manusia dan juga hubungan manusia dengan alam sedangkandevinisi dari agama Islam adalah agama yang diwahyukan Allah kepada rasul-rasul-Nya dan terakhir disempurnakan kepada Rasul Muhammad SAW yang berisi undang-undang dan metode kehidupan yang mengatur dan mengarahkan bagaimana manusia berhubungan dengan Allah, manusia dengan manusia, dan manusia dengan alam semesta agar kehidupan manusia terbina dan dapat meraih kesuksesan atau kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. agama digolongkan atau diklasifikasikan menjadi beberapa macam dan  hidup dan berkembang di kawasan yang berbeda-beda.
Agama merupakan suatu cakrawala tentang dunia yang tidak terjangkau manusia (beyond), dalam arti ketika deprivasi (rasa kehilangan diri) dan frustasi dialami manusia, agama merupakan sarana yang memungkinkan hubungan antara manusia dengan Tuhan, yang memberikan jaminan dan keselamatan.
Kita juga dapat menyimpulkan bahwa agama Islam berperan penting dalam kehidupan manusia. Peran Islam dalam kehidupan adalah Islam sebagai kumpulan informasi-informasi yang berasal dari Allah SWT, bertujuan untuk mengesakan Tuhan dan menjadikan manusia sebagai makhluk yang beradab dan berbudi luhur, sebagai penuntun umatnya pada jalan yang benar, sebagai rambu-rambu atau aturan dalam hidup, berperan sebagai peningkat etos kerja dalam kehidupan, dan mengendalikan dan mengarahkan penggunaan teknologi untuk kepentingan manusia.

DAFTAR PUSTAKA

 Ali, Muhammad Daud. 1998. Pendidikan Agama Islam. Jakarta: PT. Raya Grafindo persada


Tidak ada komentar:

Posting Komentar