3. Generalisasi dalam IPS
Generalisasi adalah suatu proses penalaran yang bertolak dari sejumlah fenomena individual (khusus) menuju simpulan umum yang mengikat seutuh fenomena sejenis dengan fenomena individual yang diselidiki. Dengan kata lain, generalisasi merupakan hubungan antara dua atau lebih konsep, misalnya hubungan antara konsep “uang, kebutuhan, keinginan”. Generalisasi menunjukkan hubungan sebab akibat antara konsep satu dengan konsep yang lain.
Dalam ilmu sosial terdapat sejumlah ketrampilan yang dapat diklasifikasikan menjadi ketrampilan berfikir, ketrampilan teknis dan ketrampilan sosial.[10] Sejumlah ketrampilan berfikir yang penting dalam ilmu sosial diantarannya adalah menarik kesimpulan, membuat generalisasi, memecahkan masalah dan membuat keputusan.
Fungsi generalisasi dalam Ilmu Pengetahuan Sosial adalah untuk membantu dalam pemilihan bahan pengajaran, mengorganisasikan kegiatan belajar mengajar, dan untuk membantu dalam membangun pengertian (artikulasi) bahan-bahan pengajaran dalam kurikulum.
Ketrampilan teknis yang berhubungan dengan generalisasi, dapat diwujudkan melalui penggunaan berbagai media dan alat bantu dalam mencari dan menyajikan informasi. Ketrampilan sosial berkaitan dengan kemampuan untuk melakukan hubungan antar manusia, misalnya berinteraksi dan berkomunikasi baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam lingkup tertentu.
Jelas dikatakan bahwa pada ilmu pengetahuan tidak akan dapat terbentuk apabila tidak didukung oleh generalisasi. Keterkaitan dan kedudukan atau peranan generalisasi dalam ips sudah diawali sejak pengumpulan fakta atau data, membentuk suatu konsep dan akhirnya membuat suatu generalisasi. Jadi fakta, konsep, dan generalisasi itu saling berhubungan dan tidak bisa dipisahkan. Oleh karena itu fakta-fakta sosial yang terjadi dalam kehidupan kita, dihubungkan oleh konsep-konsep ips dihubungkan oleh generalisasi melalui sebuah penalaran.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar