Nama : Tia Rostiasih Noer
NIM : 1415680843
Mata Kuliah : Dasar-dasar Imu Sosial
1.
a). Aksiologi adalah kebenaran atas fakta yang dibuktikan denngan adanya
kepastian ilmiyah.
Contoh : kedudukan seorang kepala keluarga
dalam sebuah keluarga.
b).Ontologi adalah ilmu tentang suatu hakikat,
kenyatan seperti itu yang menjadi kategori dasar yang erat hubungannya.
Ontology berkaitan dengan apa objek yang akan diteliti, bagaimana wujud hakiki
objek tersebut, dan bagaimana hubungan antara objek dengan manusia sehingga
membuahkan pengetahuan.
Contoh :kita belajar
dan menaati berbagai aturan yang mengatur dan mengikat dalam kehidupan.
c). Epistemologi adalah ilmu yang membahas hakikat
dan lingkup pengetahuan , pandangan pemikiran, serta dasar-dasar dan
pertanggungjawaban atas pengetahuan yang dimiliki.
Contoh : kita sedang
belajar mengaji, kita bisa menyatakan bahwa seseorang telah sukses dengan apa
yang dipelajari apabila dapat mengajarkan dan mengamalkannya kepada orang lain.
2). a).Dimensi Kognitif adalah dimensi yang membahas
tentang kajian sosial yang merupakan cara dalam membangun pengetahuan tentang
dunia sosial dengan melibatkan aspek epistemologi dalam membangun metodologi
sosial.
Contoh : kita mengamati perilaku orang lain
sehingga adanya pengaruh sikap dari orang yang diamati dikemudian hari atau ada
pengaruhnya terhadap lingkungan. Seperti yang diberikan oleh siswa dalam
menentukan aktivitas yang mereka sukai atau adanya peniruan dari orang lain.
b).Dimensi Afektif adalah sebuah keadaan dimana kajian
yang dirancang memuat pengalaman dan perasaan dari kajian yang bersangkutan.
Dimensi ini mempengaruhi keingintahuan dalam kebenaran sesuatu.
Contoh :setelah kita mendengar atau membaca
informasi tentang seseorang yang dipenjara karena kasus penyalahgunaan narkoba,
maka dalam diri kita akan muncul perasaan jengkel, iba, kasihan, atau bisa
jadi, senang. Perasaan sebel, jengkel atau marah daat diartikan sebagai
perasaan kesal terhadap perbuatannya.Sedangkan perasaan senang adalah perasaan
lega dari para pembenci orang tersebut dan kehidupan hura-hura yang senang atas
tertangkapnya para orang yang
cenderung hidup hura-hura.Adapun rasa iba atau kasihan dapat juga diartikan
sebagai keheranan khalayak mengapa dia melakukan perbuatan tersebut.
c).Dimensi Reflektif adalah dimana ilmu sosial harus menjadi bagian dari dunia luas sebagaimana
ilmu sosial adalah cara dalam memahami dunia. Dimensi ini harus mencerminkan
apa yang terjadi di dunia luar dan apa yang terjadi pada kitasebagai salah satu
elemen dari sistem sosial.
Contoh :segala sesuatu yang terjadi dinegara
kita adalah segala peristiwa yang juga terjadi di kehidupan masyarakat kita,
seperti proses pemilihan yang tidak sehat sudah sering terjadi denagan adanya
politik suap
d). Dimensi Normatif yaitu dimensi yang memperluas
dimensi reflektif tentang bagaimana dunia sosial yang dijelaskannya.
Contoh :Ketika kita berbicara dengan orang
yang lebih tua dari kita misalnya Ibu/bapak maka kita sebagai orang yang paling
muda dari mereka akan berbicara secara sopan, baik, dan penuh dengan rasa menghormati
agar tidak terjadi rasa ketersinggungan dari mereka. Berbeda ketika kita
berbicara dengan orang yang setara dengan kita, dalam berbicara biasanya kita
menggunakan kata-kata yang tidak terlalu formal dan tidak terlalu sopan namun
dalam batasan-batasan yang wajar
3). Generalisasi dapat dikatakan
sebagai suatu proses yang menunjukan
hubungan diantara konsep dan berisi pernyataan-pernyataan yang bersifat umum,
tidak terikat pada sitiasi khusus atau informasi yang kita terima yang didukung
oleh data dan fakta yang ada.
Contoh : setiap kelompok masyarakat memiliki
sistem norma yang membimbing perilaku anggotanya.
4). Paradigma Ilmu
Sosial :
a). Positivisme, yaitu paradigma yang menganggap
bahwa dunia social dapat dipelajari dengan cara objektif dan bebas nilai.
b). Postpositivisme, yaitu paradigma yang muncul dari
aliran positivisme yang menolak anggapan dunia sosial dapat dipelajari dengan
cara objektif dan bebas nilai, meskipun dunia ini nyata, tapi ada karena
keberadaan alam, tidak mungkin dirasakan manusia oleh panca indra namun harus
menggunakan metode dan teori.
c). Teori Kritik juga paradigm yang menolak terhadap
anggapan kebenaran nilai yang dibuat oleh paradigm lain, teori kritik menempatkan
posisi peneliti dan objek kajian terpisah dengan menerapkan sistem subjektif.
d). Kontruktivisme adalah paradigma yang menganggap
bahwa paradigma positivism dan paradigm postpositivisme harus diganti secara
menyaluruh karena kecatatannya dimana paradigm ini bersifat subjektif yang
bermakna dan member makna mendalam dalam realitanya.
e). Postmodernisme adalah perkembangan dari paradigma
konstruksivisme yang merupakan penolakan terhadap gambaran pengtahuan sebagai
referensi akurat.
5). a). Konsep Sosiologi
terdiri dari (Interaksi Sosial, Kontak Sosial, Sosialisasi, Kelompok
social, Pelapisan Sosial atau Strata Sosial, Proses social, Perubahan
social, Mobilisasi social (gerak social), Modernisasi, Patologi
social, Pengendalian social (social control), dan Konflik social)
Masyarakat dianalisis dengan
konsep-konsep sosiologi yang merupakan faktor-faktor terlaksananya kehidupan
sosial di masyarakat dimana saja dan kapan saja. Dengan konsep ini kita dapat
mengetahui perkembangan seseorang, baik itu perubahan antar individu dan
individu, individu dengan kelompok, atau kelompok dengan kelompok sehingga kita
dapat mengetahui bagaimana proses tersebut dan apa perubahan yang dialami serta
masalah-masalah yang dihadapinya.
b). Konsep-konsep sejarah
* Periodisasi, yaitu pembagian peristiwa sejarah
berdasarkan zaman/masa yang bertujuan untuk mempermudah pemahaman dan
pembahasan sejarah yang peristiwanya begitu panjang.
*Kronologi, yaitu
penyusunan peristiwa sejarah berdasarkan urutan waktunya. Tujuannya untuk
memperjelas dan merinci peristiwa sejarah yang terjadi sehingga tidak terjadi
timpang tindih dengan peristiwa yang lain.
* Kronik, konsep sejarah yang disusun
berdasarkan urutan kejadian tanpa memperjelas tentang hubungan sebab akibat
antar peristiwa yang terjadi saat itu.
* Historiografi, yaitu proses penulisan sejarah
bertolak dari fakta yang teruji.
Masyarakat dianalisis dengan konsep-konsep sejarah yaitu
dengan mempelajari sejarah, menuliskan
dan mengklasifikasikannya dari berbagai peristiwa yang terjadi pada masanya
berdasarkan waktu yang dicatat dan termasuk peninggalan-peninggalannya agar
kita dapat mengetahui dan mengenangnya meskipun tidak pernah merasakannya.
Semua ini dianalisis berdasarkan perkembangan politik, social, ekonomi,
kebudayaan dimana masyarakat masih awam dan sudah mengenal tulisan.
c). Konsep-konsep Ekonomi terdiri
dari :
* Kegiatan Konsumsi.
*Kegiatan Produksi.
*Kegiatan
Distribusi
Dengan konsep ini kita dapat mengetahui bahwa manusia tidak dapat hidup sendiri melainkan harus memenuhi kebutuhannya sehari-hari yang tidak ada batasnya terhadap kebutuhan barang dan jasa.
Dengan konsep ini kita dapat mengetahui bahwa manusia tidak dapat hidup sendiri melainkan harus memenuhi kebutuhannya sehari-hari yang tidak ada batasnya terhadap kebutuhan barang dan jasa.
DAFTAR PUSTAKA
Goresan
Sel Kelabu. (2013). KONSEP-KONSEP DASAR EKONOMI. [online].
Tersedia : https://bungsunda88.wordpress.com/2013/09/25/konsep-konsep-dasar-ekonomi/
(28/12/2014) jam 03.00 WIB
Jendela Hati. (2011). Ontologi Ilmu. [online]. Tersedia : http://salwintt.wordpress.com/artikel/kisah-islami/ontologi-ilmu/ (25/12/2014) jam 03.15 WIB
Anonym. (2013). JALAN PANJANG MENUJU
SOSIOLOGI KOMPUTASIONAL . [online].
Tersedia : http://compsoc.bandungfe.net/index.html
(1/1/2015) jam 17.00 WIB
Perpustakaan Guru.com . (2013). Fakta, Konsep dan Generalisasi Ilmu-ilmu Sosial. [online]. Tersedia: http://rickypuspito.blogspot.com/2013/01/fakta-konsep-dan-generalisasi-ilmu-ilmu.html?m=1 (1/1/2015) jam 17.12 WIB
Zainab Zilullah Toresano. (2013).
Ontologi, Epistemologi, dan Aksiologi sebagai Landasan Penelaahan Ilmu.
[online]. Tersedia : https://zainabzilullah.wordpress.com/2013/01/20/ontologi-epistemologi-dan-aksiologi-sebagai-landasan-penelaahan-ilmu/comment-page-1/
(2/1/2015) jam 14.00 WIB
Dr. Magdalia Alfian, MA , Dr. Nana
Nurliana Soeyono, MA , dan Dra. Sudarini Suhartono, MA . Sejarah untuk SMA dan
MA kelas X (halaman 16)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar