Jumat, 09 Januari 2015

tugas dasar dasar ilmu sosial



Nama               : Tia Rostiasih Noer
NIM                : 1415680843 
Mata Kuliah    : Dasar-dasar Imu Sosial

1.      a). Aksiologi adalah kebenaran atas fakta yang dibuktikan denngan adanya kepastian ilmiyah.
Contoh : kedudukan seorang kepala keluarga dalam sebuah keluarga.
b).Ontologi adalah ilmu tentang suatu hakikat, kenyatan seperti itu yang menjadi kategori dasar yang erat hubungannya. Ontology berkaitan dengan apa objek yang akan diteliti, bagaimana wujud hakiki objek tersebut, dan bagaimana hubungan antara objek dengan manusia sehingga membuahkan pengetahuan.
Contoh :kita belajar dan menaati berbagai aturan yang mengatur dan mengikat dalam kehidupan.
c). Epistemologi adalah ilmu yang membahas hakikat dan lingkup pengetahuan , pandangan pemikiran, serta dasar-dasar dan pertanggungjawaban atas pengetahuan yang dimiliki.
Contoh : kita sedang belajar mengaji, kita bisa menyatakan bahwa seseorang telah sukses dengan apa yang dipelajari apabila dapat mengajarkan dan mengamalkannya kepada orang lain.

2). a).Dimensi Kognitif adalah dimensi yang membahas tentang kajian sosial yang merupakan cara dalam membangun pengetahuan tentang dunia sosial dengan melibatkan aspek epistemologi dalam membangun metodologi sosial.
Contoh : kita mengamati perilaku orang lain sehingga adanya pengaruh sikap dari orang yang diamati dikemudian hari atau ada pengaruhnya terhadap lingkungan. Seperti yang diberikan oleh siswa dalam menentukan aktivitas yang mereka sukai atau adanya peniruan dari orang lain.
b).Dimensi Afektif adalah sebuah keadaan dimana kajian yang dirancang memuat pengalaman dan perasaan dari kajian yang bersangkutan. Dimensi ini mempengaruhi keingintahuan dalam kebenaran sesuatu.
Contoh :setelah kita mendengar atau membaca informasi tentang seseorang yang dipenjara karena kasus penyalahgunaan narkoba, maka dalam diri kita akan muncul perasaan jengkel, iba, kasihan, atau bisa jadi, senang. Perasaan sebel, jengkel atau marah daat diartikan sebagai perasaan kesal terhadap perbuatannya.Sedangkan perasaan senang adalah perasaan lega dari para pembenci orang tersebut dan kehidupan hura-hura yang senang atas tertangkapnya para orang yang cenderung hidup hura-hura.Adapun rasa iba atau kasihan dapat juga diartikan sebagai keheranan khalayak mengapa dia melakukan perbuatan tersebut.
c).Dimensi Reflektif adalah dimana ilmu sosial harus  menjadi bagian dari dunia luas sebagaimana ilmu sosial adalah cara dalam memahami dunia. Dimensi ini harus mencerminkan apa yang terjadi di dunia luar dan apa yang terjadi pada kitasebagai salah satu elemen dari sistem sosial.
Contoh :segala sesuatu yang terjadi dinegara kita adalah segala peristiwa yang juga terjadi di kehidupan masyarakat kita, seperti proses pemilihan yang tidak sehat sudah sering terjadi denagan adanya politik suap
d). Dimensi Normatif yaitu dimensi yang memperluas dimensi reflektif tentang bagaimana dunia sosial yang dijelaskannya.
Contoh :Ketika kita berbicara dengan orang yang lebih tua dari kita misalnya Ibu/bapak maka kita sebagai orang yang paling muda dari mereka akan berbicara secara sopan, baik, dan penuh dengan rasa menghormati agar tidak terjadi rasa ketersinggungan dari mereka. Berbeda ketika kita berbicara dengan orang yang setara dengan kita, dalam berbicara biasanya kita menggunakan kata-kata yang tidak terlalu formal dan tidak terlalu sopan namun dalam batasan-batasan yang wajar

3). Generalisasi dapat dikatakan sebagai  suatu proses yang menunjukan hubungan diantara konsep dan berisi pernyataan-pernyataan yang bersifat umum, tidak terikat pada sitiasi khusus atau informasi yang kita terima yang didukung oleh data dan fakta yang ada.
Contoh : setiap kelompok masyarakat memiliki sistem norma yang membimbing perilaku anggotanya.

4). Paradigma Ilmu Sosial :
a). Positivisme, yaitu paradigma yang menganggap bahwa dunia social dapat dipelajari dengan cara objektif dan bebas nilai.
b). Postpositivisme, yaitu paradigma yang muncul dari aliran positivisme yang menolak anggapan dunia sosial dapat dipelajari dengan cara objektif dan bebas nilai, meskipun dunia ini nyata, tapi ada karena keberadaan alam, tidak mungkin dirasakan manusia oleh panca indra namun harus menggunakan metode dan teori.
c). Teori Kritik juga paradigm yang menolak terhadap anggapan kebenaran nilai yang dibuat oleh paradigm lain, teori kritik menempatkan posisi peneliti dan objek kajian terpisah dengan menerapkan sistem subjektif.
d). Kontruktivisme adalah paradigma yang menganggap bahwa paradigma positivism dan paradigm postpositivisme harus diganti secara menyaluruh karena kecatatannya dimana paradigm ini bersifat subjektif yang bermakna dan member makna mendalam dalam realitanya.
e). Postmodernisme adalah perkembangan dari paradigma konstruksivisme yang merupakan penolakan terhadap gambaran pengtahuan sebagai referensi akurat.

5). a). Konsep Sosiologi terdiri dari (Interaksi Sosial, Kontak Sosial, Sosialisasi,  Kelompok social, Pelapisan Sosial atau Strata Sosial, Proses social, Perubahan social,  Mobilisasi social (gerak social), Modernisasi, Patologi social, Pengendalian social (social control), dan Konflik social)
Masyarakat dianalisis dengan konsep-konsep sosiologi yang merupakan faktor-faktor terlaksananya kehidupan sosial di masyarakat dimana saja dan kapan saja. Dengan konsep ini kita dapat mengetahui perkembangan seseorang, baik itu perubahan antar individu dan individu, individu dengan kelompok, atau kelompok dengan kelompok sehingga kita dapat mengetahui bagaimana proses tersebut dan apa perubahan yang dialami serta masalah-masalah yang dihadapinya.
b). Konsep-konsep sejarah
* Periodisasi, yaitu pembagian peristiwa sejarah berdasarkan zaman/masa yang bertujuan untuk mempermudah pemahaman dan pembahasan sejarah yang peristiwanya begitu panjang.
*Kronologi, yaitu penyusunan peristiwa sejarah berdasarkan urutan waktunya. Tujuannya untuk memperjelas dan merinci peristiwa sejarah yang terjadi sehingga tidak terjadi timpang tindih dengan peristiwa yang lain.
* Kronik, konsep sejarah yang disusun berdasarkan urutan kejadian tanpa memperjelas tentang hubungan sebab akibat antar peristiwa yang terjadi saat itu.
* Historiografi, yaitu proses penulisan sejarah bertolak dari fakta yang teruji.
Masyarakat dianalisis dengan konsep-konsep sejarah yaitu dengan mempelajari sejarah,  menuliskan dan mengklasifikasikannya dari berbagai peristiwa yang terjadi pada masanya berdasarkan waktu yang dicatat dan termasuk peninggalan-peninggalannya agar kita dapat mengetahui dan mengenangnya meskipun tidak pernah merasakannya. Semua ini dianalisis berdasarkan perkembangan politik, social, ekonomi, kebudayaan dimana masyarakat masih awam dan sudah mengenal tulisan.
c). Konsep-konsep Ekonomi terdiri dari :
* Kegiatan Konsumsi.
*Kegiatan Produksi.
 *Kegiatan Distribusi
Dengan konsep ini kita dapat mengetahui bahwa manusia tidak dapat hidup sendiri melainkan harus memenuhi kebutuhannya sehari-hari yang tidak ada batasnya terhadap kebutuhan barang dan jasa.



















DAFTAR PUSTAKA

Goresan Sel Kelabu. (2013). KONSEP-KONSEP DASAR EKONOMI. [online]. Tersedia : https://bungsunda88.wordpress.com/2013/09/25/konsep-konsep-dasar-ekonomi/ (28/12/2014) jam 03.00 WIB

Jendela Hati. (2011). Ontologi Ilmu. [online]. Tersedia :  http://salwintt.wordpress.com/artikel/kisah-islami/ontologi-ilmu/ (25/12/2014) jam 03.15 WIB

Anonym. (2013). JALAN PANJANG MENUJU SOSIOLOGI KOMPUTASIONAL . [online]. Tersedia : http://compsoc.bandungfe.net/index.html (1/1/2015) jam 17.00 WIB

Perpustakaan Guru.com . (2013). Fakta, Konsep dan Generalisasi Ilmu-ilmu Sosial. [online]. Tersedia: http://rickypuspito.blogspot.com/2013/01/fakta-konsep-dan-generalisasi-ilmu-ilmu.html?m=1  (1/1/2015) jam 17.12 WIB


Zainab Zilullah Toresano. (2013). Ontologi, Epistemologi, dan Aksiologi sebagai Landasan Penelaahan Ilmu. [online]. Tersedia : https://zainabzilullah.wordpress.com/2013/01/20/ontologi-epistemologi-dan-aksiologi-sebagai-landasan-penelaahan-ilmu/comment-page-1/ (2/1/2015) jam 14.00 WIB
Dr. Magdalia Alfian, MA , Dr. Nana Nurliana Soeyono, MA , dan Dra. Sudarini Suhartono, MA . Sejarah untuk SMA dan MA kelas X (halaman 16)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar