Senin, 05 Januari 2015

generalisasi 2

GENERALISASI
Schuneke (1988:16) mengemukakan bahwa generalisasi merupakan abstraksi dan sangat terikat konsep. Cara paling mudah untuk memahami generalisasi dalam hubungannya dengan konsep adalah dengan cara menelusuri proses terbentuknya generalisasi.  Untuk itu dibutuhkan sedikitnya 2 konsep, bisa dari satu disiplin ilmu social atau dari disiplin ilmu yang berbeda.  Misalnya dari bidang keilmuan sosiologi saja atau paduan dari sosiologi dan sejarah, atau disiplin ilmu social lainnya. Misalnya, anggot ABRI mempunyai cara tersendiri dalam membangun hubungan interpersonalnya, khususnya dalam hubungan hierarkis menurut jenjang kepangkatan. Kelompok lain misalnya, pegawai negeri, karyawan, kehidupan disekolah, dan lain-lain, juga memiliki cata tersendiri yang mengatur hubungan interpersonalnya tersebut.
Generalisasinya, yaitu setiap grup memiliki sistem norma yang membimbing perilaku anggotanya. Contoh diatas menunjukkan terbentuknya generalisasi dari dua konsep dalam sosiologi, yaitu konsep grup (kelompok) dan konsep norma. Secara sederhana dapat disimpulkan bahwa generalisasi menunjukkan adanya hubungan diantara konsep dan berisi pernyataan yang bersifat umum, tidak terikat pada situasi khusus. Generalisasi dibentuk untuk membantu kita agar dapat memahami/mengerti tentang “dunia dimana kita hidup”. Secara singkat telah kita kemukakan pengertian fakta, konsep, dan generalisasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar