Selasa,
19 Juni 2012
AUTIS DAN
PERMASALAHANNYA
Autisme
Autisme terjadi pada lima dari setiap 10.000 kelahiran,
di mana jumlah penderita laki-laki empat kali lebih besar dibandingkan
penderita wanita. Gejala-gejala autisme mulai tampak sejak masa yang paling
awal dalam kehidupan mereka. Gejala-gejala tersebut tampak ketika bayi menolak
sentuhan orangtuanya, tidak merespon kehadiran orangtuanya, dan melakukan
kebiasaan-kebiasaan lainnya yang tidak dilakukan oleh bayi-bayi normal pada
umumnya.
Bila mengevaluasi kebiasaan penderita autisme, kita juga
harus mempertimbangkan usia mereka. Pada usia 2-5 tahun, mereka cenderung
memiliki kebiasaan yang sangat buruk, tetapi tatkala menginjak usia 6-10 tahun,
perilaku mereka akan membaik. Tetapi, perilaku itu akan cenderung memburuk
kembali saat mereka memasuki usia remaja serta dewasa, dan selanjutnya akan
kembali membaik seiring dengan bertambah tuanya usia mereka.
Diposkan oleh Kurnia FW di 17.14 0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis! Berbagi ke Twitter
Berbagi ke Facebook
Ø
PENGERTIAN MEDIA
Gerlach &
Ely (1997) mengatakan bahwa media apabila dipahami secara garis besar adalah
manusia, materi, atau kejadian yang membangun kondisi yang membuat siswa mampu
memperoleh pengetahuan, keterampilan, atau sikap. Dalam pengertian ini, guru,
buku teks, dan lingkungan sekolah merupakan media. Secara lebih khusus,
pengertian media dalam proses belajar cenderung diartikan sebagai alat-alat
grafis, photografis, atau elektronis untuk menangkap, memproses, dan menyusun kembali
informasi visual atau verbal.
Batasan lain
telah pula dikemukakan oleh para ahli yang sebagian di antaranya AECT (Association
of Education and Communication Technology, 1997) memberi batasan tentang
media sebagai segala bentuk dan saluran yang digunakan untuk menyampaikan pesan
atau informasi. Di samping sebagai sistem penyampai atau pengantar, media yang
sering diganti dengan kata mediator menurut Fleming (1987:234) adalah
penyebab atau alat yang turut ikut campur tangan dalam dua pihak dan
memdamaikannya. Dengan istilah mediator media menunjukkan fungsi atau perannya,
yaitu mengatur hubungan yang efektif antara dua pihak utama dalam proses
belajar dan isi pelajaran.
Diposkan oleh Kurnia FW di 17.13 0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis! Berbagi ke Twitter
Berbagi ke Facebook
Sabtu,
16 Juni 2012
Kurikulum
ialah suatu program pendidikan yang berisikan berbagai bahan ajar dan
pengalaman belajar yang diprogramkan, direncanakan dan dirancangkan
secara sistemik atas dasar norma-norma yang berlaku yang dijadikan pedoman
dalam proses pembelajaran bagi tenaga kependidikan dan peserta didik untuk
mencapai tujuan pendidikan.
Unsur-unsur dalam definisi kurikulum
tersebut adalah :
1. Seperangkat Rencana
2. Peraturan Mengenai Isi dan Bahan Pelajaran
3. Pengaturan Cara yang Digunakan
4. Sebagai Pedoman Kegiatan Belajar Mengajar
Kurikulum
yang tercantum dalam UUSPN ( Undang-undang Sistem pendidikan Nasional )
dijadikan dasar bertindak dalam melaksanakan proses pembelajaran oleh para
penyelenggara pendidikan.
Tujuan
kurikulum pada dasarnya sama dengan tujuan pendidikan. Tujuan pendidikan
ternyata berbeda-beda karena didasari pada suatu aliran atau konsep yang
diyakini kebenarannya , atau dari mana sudutnya pandangnya.Mungkin dari sudut
hirarki , lembaga ,daerah penyelenggara , jangka waktu , arah lulusan dan
sebagainya. Pengorganisasian kurikulum dapat dilakukan secara vertikal maupun
horisontal. Secara vertikal memerhatikan pengorganisasian bahan secara hirarkis
antara bahan dari kelas bawah sampai kelas atas agar seimbang secara harmonis.
Sedangkan secara horisontal memerhatikan keterpaduan seluruh materi dalam
keterkaitannya antara setu mata pelajaran dengan mata pelajaran lainnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar