Senin, 05 Januari 2015

dasar dasar ilmu sosial



SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM
PUTERA GALUH CIAMIS
SK DIRJEN PENDIDIKAN ISLAM Nomor : Dj. I/177/2010
Jalan Raya Banjar No. 141 Km. 3 Cijantung, Cijeungjing, Ciamis 46271
Tlp/Fax (0265) 777991
Mata Kuliah    : Dasar-dasar Imu Sosial                                 Nama   : Tia Rostiasih Noer
Dosen              : Rini Sulastri, S.Sos., M.Si.                            NIM    : 1415680843
1.      a). Aksiologi adalah ilmu yang mengkaji hakikat dan manfaat yang sebenarnya dari pengetahuan tersebut yang menyangkut kegunaan dari ilmunya. Pembahasannya menyangkut masalah kegunaan ilmu yang tidak terbebas dari nilai-nilai, sehingga kegunaan nilai tersebut dapat dirasakan semua orang dalam meningkatkan kesejahteraan bersama.
Contoh :mata pelajaran Pendidikan dan Kewarganegaraan (PKn) yang membahas tentang norma dan aturan-aturan yang mengatur kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dan apabila ada yang melanggar norma tersebut akan diatur juga dalam Undang Undang Dasar 1945
b).Ontologi berasal dari bahasa Yunani yaitu on, ontos yang berarti kebenaran dan logos yang berarti ilmu. Jadi dapat disimpulkan bahwa ontology adalah ilmu tentang suatu hakikat, kenyatan seperti itu yang menjadi kategori dasar yang erat hubungannya. Ontology berkaitan dengan apa objek yang akan diteliti, bagaimana wujud hakiki objek tersebut, dan bagaimana hubungan antara objek dengan manusia sehingga membuahkan pengetahuan.
Contoh :mengadakan sebuah penelitian tentang salah seorang siswa yang tidak mau menulis dengan mengkaji faktor-faktor penyebabnya serta mencarikan solusinya
c). Epistemologi adalah ilmu yang membahas hakikat dan lingkup pengetahuan , pandangan pemikiran, serta dasar-dasar dan pertanggungjawaban atas pengetahuan yang dimiliki.
Contoh :seseorang ketua RT mengadakan aturan baru, kemampuan   membuat aturan baru  merupakan suatu ilmu yang dimiliki oleh ketua RT, kemudian apa manfaat dan kegunaan dari apa yang dibuatnya (aturan) di sinilah peranan moral orang tersebut
2).a).Dimensi Kognitif adalah dimensi yang membahas tentang kajian sosial yang merupakan cara dalam membangun pengetahuan tentang dunia sosial dengan melibatkan aspek epistemologi dalam membangun metodologi sosial.
Contoh : kita mengamati perilaku orang lain sehingga adanya pengaruh sikap dari orang yang diamati dikemudian hari atau ada pengaruhnya terhadap lingkungan. Seperti yang diberikan oleh siswa dalam menentukan aktivitas yang mereka sukai atau adanya peniruan dari orang lain.
b).Dimensi Afektif adalah sebuah keadaan dimana kajian yang dirancang memuat pengalaman dan perasaan dari kajian yang bersangkutan. Dimensi ini mempengaruhi keingintahuan dalam kebenaran sesuatu.
Contoh :setelah kita mendengar atau membaca informasi tentang seseorang yang dipenjara karena kasus penyalah-gunaan narkoba, maka dalam diri kita akan muncul perasaan jengkel, iba, kasihan, atau bisa jadi, senang. Perasaan sebel, jengkel atau marah daat diartikan sebagai perasaan kesal terhadap perbuatannya.Sedangkan perasaan senang adalah perasaan lega dari para pembenci orang tersebut dan kehidupan hura-hura yang senang atas tertangkapnya para orang yang cenderung hidup hura-hura.Adapun rasa iba atau kasihan dapat juga diartikan sebagai keheranan khalayak mengapa dia melakukan perbuatan tersebut.
c).Dimensi Reflektif adalah dimana ilmu sosial harus  menjadi bagian dari dunia luas sebagaimana ilmu sosial adalah cara dalam memahami dunia. Dimensi ini harus mencerminkan apa yang terjadi di dunia luar dan apa yang terjadi pada kitasebagai salah satu elemen dari sistem sosial.
Contoh :segala sesuatu yang terjadi dinegara kita adalah segala peristiwa yang juga terjadi di kehidupan masyarakat kita, seperti proses pemilihan yang tidak sehat sudah sering terjadi denagan adanya politik suap
d). Dimensi Normatif yaitu dimensi yang memperluas dimensi reflektif tentang bagaimana dunia sosial yang dijelaskannya.
Contoh :Ketika kita berbicara dengan orang yang lebih tua dari kita misalnya Ibu/bapak maka kita sebagai orang yang paling muda dari mereka akan berbicara secara sopan, baik, dan penuh dengan rasa menghormati agar tidak terjadi rasa ketersinggungan dari mereka. Berbeda ketika kita berbicara dengan orang yang setara dengan kita, dalam berbicara biasanya kita menggunakan kata-kata yang tidak terlalu formal dan tidak terlalu sopan namun dalam batasan-batasan yang wajar
3). Generalisasidapat dikatakan sebagai  suatu proses yang menunjukan hubungan diantara konsep dan berisi pernyataan-pernyataan yang bersifat umum, tidak terikat pada sitiasi khusus atau informasi yang kita terima yang didukung oleh data dan fakta yang ada.
Contoh :setiap kelompok masyarakat memiliki sistem norma yang membimbing perilaku anggotanya.
4). Paradigma Ilmu Sosial :
a). Positivisme, yaitu paradigma yang menganggap bahwa dunia social dapat dipelajari dengan cara objektif dan bebas nnilai.
b). Postpositivisme, yaitu paradigm yang muncul dari aliran positivism yang menolak anggapan dunia social dapat dipelajari dengan cara objektif dan bebas nilai, meskipun dunia ini nyata, tapi ada karena keberadaan alam, tidak mungkin dirasakan manusia oleh panca indra namun harus menggunakan metode dan teori.
c). Teori Kritik juga paradigm yang menolak terhadap anggapan kebenaran nilai yang dibuat oleh paradigm lain, teori kritik menempatkan posisi peneliti dan objek kajian terpisah dengan menerapkan system subjektif.
d). Kontruktivisme adalah paradigma yang menganggap bahwa paradigma positivism dan paradigm postpositivisme harus diganti secara menyaluruh karena kecatatannya dimana paradigm ini bersifat subjektif yang bermakna dan member makna mendalam dalam realitanya.
e). Postmodernisme adalah perkembangan dari paradigma konstruksivisme yang merupakan penolakan terhadap gambaran pengtahuan sebagai referensi akurat.


5). a). Konsep Sosiologi
* Interaksi Sosial
* Kontak Sosial
* Sosialisasi
·         Kelompok social
·         Pelapisan Sosial atau Strata Sosial
·         Proses social
·         Perubahan social
·         Mobilisasi social (gerak social)
·          Modernisasi
·         Patologi social
·         Pengendalian social (social control)
·         Konflik sosial
Masyarakat dianalisis dengan konsep-konsep sosiologi yang merupakan factor-faktor terlaksananya kehidupan social di masyarakat dimana saja dan kapan saja. Dengan konsep ini kita dapat mengetahui perkembangan seseorang, baik itu perubahan antar individu dan individu, individu dengan kelompok, atau kelompok dengan kelompok sehingga kita dapat mengetahui bagaimana proses tersebut dan apa perubahan yang dialami serta masalah-masalah yang dihadapinya.
b). Konsep-konsep sejarah
* Periodisasi, yaitu pembagian peristiwa sejarah berdasarkan zaman/masa yang bertujuan untuk mempermudah pemahaman dan pembahasan sejarah yang peristiwanya begitu panjang.
*Kronologi, yaitu penyusunan peristiwa sejarah berdasarkan urutan waktunya. Tujuannya untuk memperjelas dan merinci peristiwa sejarah yang terjadi sehingga tidak terjadi timpang tindih dengan peristiwa yang lain.
* Kronik, konsep sejarah yang disusun berdasarkan urutan kejadian tanpa memperjelas tentang hubungan sebab akibat antar peristiwa yang terjadi saat itu.
* Historiografi, yaitu proses penulisan sejarah bertolak dari fakta yang teruji.
Masyarakat dianalisis dengan konsep-konsep sejarah yaitu dengan mempelajari sejarah,  menuliskan dan mengklasifikasikannya dari berbagai peristiwa yang terjadi pada masanya berdasarkan waktu yang dicatat dan termasuk peninggalan-peninggalannya agar kita dapat mengetahui dan mengenangnya meskipun tidak pernah merasakannya. Semua ini dianalisis berdasarkan perkembangan politik, social, ekonomi, kebudayaan dimana masyarakat masih awam dan sudah mengenal tulisan.
c). Konsep-konsep Ekonomi:
* Kegiatan Konsumsi.
Kegiatan ini menyangkut tindakan manusia dalam masyarakat baik secara individu maupun kelompok dalam menggunakan, memakai, menghabiskan barang dan jasa yang dihasilkan produsen.Kegiatan konsumsi sangat dipengaruhi oleh tingkat pendapatan seseorang, kebiasaan, dan budaya mereka, sehingga diperlukan perhitungan yang lebih bijaksana dan efisien.
Contohnya, kapan kita membutuhkan makanan dan minman, kebutuhan alat-alat, pakaian dan perumahan yang sangat penting berupa kebutuhan pangan, sandang, dan papanyang diatur oleh ibu atas izin dari ayah sebagai kepala rumah tangga dalam mengatur kebutuhan keluarga.
* Kegiatan Produksi.
Kegiatan ekonomi yang menyangkut produksi ialah kegiatan yang bersangkutan dengan usaha peningkatan nilai guna terhadap barang dan jasa.Cara pertama kegiatan produksi itu yaitu menghimpun factor-faktor seperti, sumber alam, tenaga kerja, modal, dan kemampuan yang berasal dari masyarakat atau konsumen melalui distribusi.Setelah itu diolah menjadi hasil produksi yang berupa barang dan jasa.
Contoh:Sebuah perusahaan memproduksi barang-barang yang akan diekspor ke luar negeri sebagai proses dagang antar negara
·         Kegiatan Distribusi
Kegiatan distribusi ini dalam ilmu ekonomi menyangkut kegiatan yang membantu melancarkan produksi dan konsumsi. Artinya mempercepat arus barang dan jasa dari produsen ke konsumen, maupun dari konsumen ke produsen.
Masyarakat dianalisis melalui konsep ekonomi seperti kegiatan konsumsi, produksi, dan distribuksi adalah untuk mengaetahui kegiatan masyarakat dalam hakikatnya sebagai makhluk ekonomi yang tidak luput dari kebutuhan untuk mencukupi kehidupannya sehari-hari.
DAFTAR PUSTAKA
(Senin, 17/11/2014, 03.00 WIB)
(Senin, 17/11/2014, 03.15 WIB)
(Senin, 17/11/2014, 05.00 WIB)
http://compsoc.bandungfe.net/intro/part04.html (Senin, 17/11/2014, 05.36 WIB)
Dr. Magdalia Alfian, MA , Dr. Nana Nurliana Soeyono, MA , dan Dra. Sudarini Suhartono, MA . Sejarah untuk SMA dan MA kelas X (halaman 16)
 Dr. Magdalia Alfian, MA , Dr. Nana Nurliana Soeyono, MA , dan Dra. Sudarini Suhartono, MA . Sejarah untuk SMA dan MA kelas X (halaman 17)
Robert Jakson & George Sorensen, Pengantar Studi Hubungan Internasional, (Yogyakarta:Pustaka Pelajar 2005) halaman 304






Tidak ada komentar:

Posting Komentar