SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM
PUTERA GALUH CIAMIS
SK DIRJEN PENDIDIKAN ISLAM Nomor : Dj. I/177/2010
Jalan Raya
Banjar No. 141 Km. 3 Cijantung, Cijeungjing, Ciamis 46271
Tlp/Fax (0265)
777991
Mata Kuliah : Dasar-dasar Imu Sosial Nama : Tia Rostiasih Noer
Dosen : Rini Sulastri, S.Sos., M.Si. NIM : 1415680843
1. a). Aksiologi adalah
ilmu yang mengkaji hakikat dan manfaat yang sebenarnya dari pengetahuan
tersebut yang menyangkut kegunaan dari ilmunya. Pembahasannya menyangkut
masalah kegunaan ilmu yang tidak terbebas dari nilai-nilai, sehingga kegunaan nilai
tersebut dapat dirasakan semua orang dalam meningkatkan kesejahteraan bersama.
Contoh :mata
pelajaran Pendidikan dan Kewarganegaraan (PKn) yang membahas tentang norma dan
aturan-aturan yang mengatur kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dan
apabila ada yang melanggar norma tersebut akan diatur juga dalam Undang Undang
Dasar 1945
b).Ontologi
berasal dari bahasa Yunani yaitu on, ontos yang berarti kebenaran dan logos
yang berarti ilmu. Jadi dapat disimpulkan bahwa ontology adalah ilmu tentang suatu
hakikat, kenyatan seperti itu yang menjadi kategori dasar yang erat
hubungannya. Ontology berkaitan dengan apa objek yang akan diteliti, bagaimana
wujud hakiki objek tersebut, dan bagaimana hubungan antara objek dengan manusia
sehingga membuahkan pengetahuan.
Contoh :mengadakan sebuah penelitian tentang salah seorang siswa
yang tidak mau menulis dengan mengkaji faktor-faktor penyebabnya serta
mencarikan solusinya
c). Epistemologi adalah
ilmu yang membahas hakikat dan lingkup pengetahuan , pandangan pemikiran, serta
dasar-dasar dan pertanggungjawaban atas pengetahuan yang dimiliki.
Contoh :seseorang ketua RT mengadakan aturan baru,
kemampuan membuat aturan baru merupakan suatu ilmu yang dimiliki oleh ketua
RT, kemudian apa manfaat dan kegunaan dari apa yang dibuatnya (aturan) di
sinilah peranan moral orang tersebut
2).a).Dimensi
Kognitif adalah dimensi yang membahas tentang kajian sosial
yang merupakan cara dalam membangun pengetahuan tentang dunia sosial dengan
melibatkan aspek epistemologi dalam membangun metodologi sosial.
Contoh :
kita mengamati perilaku orang lain sehingga adanya pengaruh sikap dari orang
yang diamati dikemudian hari atau ada pengaruhnya terhadap lingkungan. Seperti
yang diberikan oleh siswa dalam menentukan aktivitas yang mereka sukai atau
adanya peniruan dari orang lain.
b).Dimensi
Afektif adalah sebuah keadaan dimana kajian yang dirancang
memuat pengalaman dan perasaan dari kajian yang bersangkutan. Dimensi ini
mempengaruhi keingintahuan dalam kebenaran sesuatu.
Contoh :setelah
kita mendengar atau membaca informasi tentang seseorang yang dipenjara karena
kasus penyalah-gunaan narkoba, maka dalam diri kita akan muncul perasaan
jengkel, iba, kasihan, atau bisa jadi, senang. Perasaan sebel, jengkel atau
marah daat diartikan sebagai perasaan kesal terhadap perbuatannya.Sedangkan
perasaan senang adalah perasaan lega dari para pembenci orang tersebut dan
kehidupan hura-hura yang senang atas tertangkapnya para orang yang cenderung hidup hura-hura.Adapun rasa iba atau
kasihan dapat juga diartikan sebagai keheranan khalayak mengapa dia melakukan
perbuatan tersebut.
c).Dimensi
Reflektif adalah dimana ilmu sosial harus menjadi bagian dari dunia luas sebagaimana
ilmu sosial adalah cara dalam memahami dunia. Dimensi ini harus mencerminkan
apa yang terjadi di dunia luar dan apa yang terjadi pada kitasebagai salah satu
elemen dari sistem sosial.
Contoh :segala
sesuatu yang terjadi dinegara kita adalah segala peristiwa yang juga terjadi di
kehidupan masyarakat kita, seperti proses pemilihan yang tidak sehat sudah
sering terjadi denagan adanya politik suap
d).
Dimensi Normatif yaitu dimensi yang memperluas dimensi
reflektif tentang bagaimana dunia sosial yang dijelaskannya.
Contoh :Ketika
kita berbicara dengan orang yang lebih tua dari kita misalnya Ibu/bapak maka
kita sebagai orang yang paling muda dari mereka akan berbicara secara sopan,
baik, dan penuh dengan rasa menghormati agar tidak terjadi rasa ketersinggungan
dari mereka. Berbeda ketika kita berbicara dengan orang yang setara dengan
kita, dalam berbicara biasanya kita menggunakan kata-kata yang tidak terlalu
formal dan tidak terlalu sopan namun dalam batasan-batasan yang wajar
3).
Generalisasidapat dikatakan sebagai
suatu proses yang menunjukan hubungan diantara konsep dan berisi
pernyataan-pernyataan yang bersifat umum, tidak terikat pada sitiasi khusus atau informasi
yang kita terima yang didukung oleh data dan fakta yang ada.
Contoh :setiap
kelompok masyarakat memiliki sistem norma yang membimbing perilaku anggotanya.
4). Paradigma
Ilmu Sosial :
a).
Positivisme, yaitu paradigma yang menganggap bahwa
dunia social dapat dipelajari dengan cara objektif dan bebas nnilai.
b).
Postpositivisme, yaitu paradigm yang muncul dari aliran
positivism yang menolak anggapan dunia social dapat dipelajari dengan cara
objektif dan bebas nilai, meskipun dunia ini nyata, tapi ada karena keberadaan
alam, tidak mungkin dirasakan manusia oleh panca indra namun harus menggunakan
metode dan teori.
c).
Teori Kritik juga paradigm yang menolak terhadap
anggapan kebenaran nilai yang dibuat oleh paradigm lain, teori kritik
menempatkan posisi peneliti dan objek kajian terpisah dengan menerapkan system
subjektif.
d).
Kontruktivisme adalah paradigma yang menganggap bahwa
paradigma positivism dan paradigm postpositivisme harus diganti secara
menyaluruh karena kecatatannya dimana paradigm ini bersifat subjektif yang
bermakna dan member makna mendalam dalam realitanya.
e).
Postmodernisme adalah perkembangan dari paradigma
konstruksivisme yang merupakan penolakan terhadap gambaran pengtahuan sebagai
referensi akurat.
5). a).
Konsep Sosiologi
*
Interaksi Sosial
* Kontak
Sosial
* Sosialisasi
·
Kelompok
social
·
Pelapisan Sosial atau Strata Sosial
·
Proses
social
·
Perubahan
social
·
Mobilisasi
social (gerak social)
·
Modernisasi
·
Patologi
social
·
Pengendalian
social (social control)
·
Konflik
sosial
Masyarakat
dianalisis dengan konsep-konsep sosiologi yang merupakan factor-faktor
terlaksananya kehidupan social di masyarakat dimana saja dan kapan saja. Dengan
konsep ini kita dapat mengetahui perkembangan seseorang, baik itu perubahan antar
individu dan individu, individu dengan kelompok, atau kelompok dengan kelompok
sehingga kita dapat mengetahui bagaimana proses tersebut dan apa perubahan yang
dialami serta masalah-masalah yang dihadapinya.
b).
Konsep-konsep sejarah
*
Periodisasi, yaitu pembagian peristiwa sejarah
berdasarkan zaman/masa yang bertujuan untuk mempermudah pemahaman dan
pembahasan sejarah yang peristiwanya begitu panjang.
*Kronologi,
yaitu penyusunan peristiwa sejarah berdasarkan urutan waktunya. Tujuannya untuk
memperjelas dan merinci peristiwa sejarah yang terjadi sehingga tidak terjadi timpang
tindih dengan peristiwa yang lain.
*
Kronik, konsep sejarah yang disusun berdasarkan urutan
kejadian tanpa memperjelas tentang hubungan sebab akibat antar peristiwa yang
terjadi saat itu.
*
Historiografi, yaitu proses penulisan sejarah
bertolak dari fakta yang teruji.
Masyarakat dianalisis dengan konsep-konsep sejarah
yaitu dengan mempelajari sejarah,
menuliskan dan mengklasifikasikannya dari berbagai peristiwa yang
terjadi pada masanya berdasarkan waktu yang dicatat dan termasuk
peninggalan-peninggalannya agar kita dapat mengetahui dan mengenangnya meskipun
tidak pernah merasakannya. Semua ini dianalisis berdasarkan perkembangan
politik, social, ekonomi, kebudayaan dimana masyarakat masih awam dan sudah
mengenal tulisan.
c). Konsep-konsep Ekonomi:
*
Kegiatan Konsumsi.
Kegiatan ini menyangkut tindakan manusia dalam masyarakat baik secara individu maupun kelompok dalam menggunakan, memakai, menghabiskan barang dan jasa yang dihasilkan produsen.Kegiatan konsumsi sangat dipengaruhi oleh tingkat pendapatan seseorang, kebiasaan, dan budaya mereka, sehingga diperlukan perhitungan yang lebih bijaksana dan efisien.
Kegiatan ini menyangkut tindakan manusia dalam masyarakat baik secara individu maupun kelompok dalam menggunakan, memakai, menghabiskan barang dan jasa yang dihasilkan produsen.Kegiatan konsumsi sangat dipengaruhi oleh tingkat pendapatan seseorang, kebiasaan, dan budaya mereka, sehingga diperlukan perhitungan yang lebih bijaksana dan efisien.
Contohnya,
kapan kita membutuhkan makanan dan minman, kebutuhan alat-alat, pakaian dan
perumahan yang sangat penting berupa kebutuhan pangan, sandang, dan papanyang
diatur oleh ibu atas izin dari ayah sebagai kepala rumah tangga dalam mengatur
kebutuhan keluarga.
* Kegiatan Produksi.
Kegiatan ekonomi yang menyangkut produksi ialah kegiatan yang bersangkutan dengan usaha peningkatan nilai guna terhadap barang dan jasa.Cara pertama kegiatan produksi itu yaitu menghimpun factor-faktor seperti, sumber alam, tenaga kerja, modal, dan kemampuan yang berasal dari masyarakat atau konsumen melalui distribusi.Setelah itu diolah menjadi hasil produksi yang berupa barang dan jasa.
Kegiatan ekonomi yang menyangkut produksi ialah kegiatan yang bersangkutan dengan usaha peningkatan nilai guna terhadap barang dan jasa.Cara pertama kegiatan produksi itu yaitu menghimpun factor-faktor seperti, sumber alam, tenaga kerja, modal, dan kemampuan yang berasal dari masyarakat atau konsumen melalui distribusi.Setelah itu diolah menjadi hasil produksi yang berupa barang dan jasa.
Contoh:Sebuah
perusahaan memproduksi barang-barang yang akan diekspor ke luar negeri sebagai
proses dagang antar negara
·
Kegiatan
Distribusi
Kegiatan distribusi ini dalam ilmu ekonomi menyangkut kegiatan yang membantu melancarkan produksi dan konsumsi. Artinya mempercepat arus barang dan jasa dari produsen ke konsumen, maupun dari konsumen ke produsen.
Kegiatan distribusi ini dalam ilmu ekonomi menyangkut kegiatan yang membantu melancarkan produksi dan konsumsi. Artinya mempercepat arus barang dan jasa dari produsen ke konsumen, maupun dari konsumen ke produsen.
Masyarakat dianalisis
melalui konsep ekonomi seperti kegiatan konsumsi, produksi, dan distribuksi
adalah untuk mengaetahui kegiatan masyarakat dalam hakikatnya sebagai makhluk
ekonomi yang tidak luput dari kebutuhan untuk mencukupi kehidupannya
sehari-hari.
DAFTAR PUSTAKA
(Senin,
17/11/2014, 03.00 WIB)
(Senin,
17/11/2014, 03.15 WIB)
(Senin,
17/11/2014, 05.00 WIB)
http://compsoc.bandungfe.net/intro/part04.html (Senin,
17/11/2014, 05.36 WIB)
http://rickypuspito.blogspot.com/2013/01/fakta-konsep-dan-generalisasi-ilmu-ilmu.html?m=1 (Rabu,
19/11/2014, 14.00)
Dr.
Magdalia Alfian, MA , Dr. Nana Nurliana Soeyono, MA , dan Dra. Sudarini
Suhartono, MA . Sejarah untuk SMA dan MA kelas X (halaman 16)
Dr. Magdalia Alfian, MA , Dr. Nana Nurliana
Soeyono, MA , dan Dra. Sudarini Suhartono, MA . Sejarah untuk SMA dan MA kelas
X (halaman 17)
Robert
Jakson & George Sorensen, Pengantar Studi Hubungan Internasional,
(Yogyakarta:Pustaka Pelajar 2005) halaman 304
http://pasar-onlin.blogspot.com/2013/07/ontologi-epistemologi-aksiologi-dalam.html (Jumat,
21/11/2014, 06.44 WIB)
https://zainabzilullah.wordpress.com/2013/01/20/ontologi-epistemologi-dan-aksiologi-sebagai-landasan-penelaahan-ilmu/comment-page-1/ (Jumat,
21/11/2014, 07.55 WIB)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar